<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Friday, August 26, 2005

    I hope someday I can be glad I'm just human 

    I hope someday I could wake up in the morning and just be glad to be human
    Just be alive and glad I am able to forgive and forget
    Glad I allow myself to make mistakes
    Glad I allow others to make mistakes

    Hope someday, just someday, I am no longer wanting to change the world
    Yet I can take a step back and be proud of what I have done
    and let go of things that I thought I should've done better

    I am waiting for the day I am able to appreciate every single breathing and non-breathing humans and non-humans
    That they were meant to live and let live
    Although their mere existence may bother me to the very core

    Guess someday I'll appreciate every war that has been fought
    and reflect on the fact why He let things happened or not happened

    (I'm still waiting for that day to come
    the day every mystery will be solved and the mind find its peace
    no more questions asked and no more answers need to be sought)


    Permalink - a0z0ra @ 10:12 AM  |   0 comments

    Wednesday, August 24, 2005

    Impianku - Malaysian Dreamers 

    Impianku

    What is your dream of Indonesia?


    Permalink - a0z0ra @ 11:50 AM  |   0 comments

    Friday, August 19, 2005

    In Memoriam: Natasha Anya [sHa] 

    Natasha Anya (1982 - 2005)

    Rest In Peace - Aug 16.

    Reading her blog really makes me think hard about life & death. She died because of a blood clot in her brain, but she's been sick the whole time. She was supposed to undergo a surgery on August 22 but God has His own plan.

    Rada miris baca tulisannya di July 13.

    Aku tuh kan ntar tgl 22 Agustus mo ngelakuin satu operasi,
    Semoga berjalan lancar dan hasilnya memuaskan,
    Tuhan dengar permohonanku ini...
    Tentu saja sehabis operasi ada masa penyembuhan luka,
    Pokok kudu rest untuk memulihkan kondisi ke kondisi aku yang normal...

    Terus setelah itu aku pengen banget ada yang ngelamar aku,
    Paling gak sebelum christmas hehehe
    Terus setelah itu beberapa bulan ke depan menikah,
    Terus setelah nikah gak lama kemudian dalam perutku ada yang gerak-gerak,
    Terus... aku punya baby...


    Permalink - a0z0ra @ 12:40 PM  |   0 comments

    Wednesday, August 17, 2005

    Merdeka bung! 

    60 tahun Indonesia Merdeka oi
    Pa kabar negaraku hey?

    Udah ngapain aja 60 tahun ini? Gimana idupnya? Baik? Makmur?

    "Ya, " Indonesia garuk2 kepala "Masih gini2 aja sih.. lumayan deh.. ada kemajuan dikit"

    Di pesta ulangtaonnya sendiri Indonesia cengar-cengir sambil ngangguk2. Dia pake baju batik celana panjang hitam dan kopiah. Kalo lagi diselamatin sama tamu2 dia senyum2 aja dengan mata yang liat bawah mlulu. Badannya bungkuk mungkin gara2 kelewat sering bungkuk ama orang. Sayu matanya mata pegawai negeri yang kurang duit. Weleh, nyari duit itu emang susah ya pak.

    Denger2 sih dari ibu2 media, Indonesia ini baru aja nandatangan kontrak apalahnamanyaitu sama Aceh. Hutannya yang kebakaran asepnya ampe Malaysia, bikin tetangganya itu berang & mencak2. Trus masalahapalahitu pegawai2nya minta mobil bagusan, trus banyak yang protes. Bensin udah paling murah seAsiaTenggara rakyat gak bisa beli. Beras impor.

    Pantesan kok secara keseluruhan tampangnya pusing gitu. Emang banyak masalah.

    "Gak papa, take it easy, one step at a time mm?"

    Orangutan di San Diego Zoo umurnya 60 taon lebih. Lahir di hutan Indo tapi dasar hoki dia ketangkep orang & dikirim pake visa khusus ke US. Loh kok gak nyambung? Sebentar2.. balik topik..

    Selamat ulang tahun Indonesia! *hug & toast


    Permalink - a0z0ra @ 9:45 AM  |   0 comments

    Tuesday, August 16, 2005

    Go get the coffee 



    Permalink - a0z0ra @ 11:26 AM  |   0 comments

    Tuesday, August 09, 2005

    Indonesian Programmers won Google Code Jam 

    Search Engine Lowdown :: News: Google Code Jam Winners

    Ardian K Poernomo of Singapore and Pascal Alfadian of Indonesia bagged the first two places at the Google Code Jam contest, while the Indians – Rajsekar Manokaran of Chnnai, Nishant Redkar of Mumbai and Sreeram Ramachandran of Singapore – won the third, fourth and fifth places.

    Ardian K Poernomo -> Nama Indo -> Indonesian heheheheh


    Permalink - a0z0ra @ 2:45 PM  |   0 comments

    Rumah Keluarga Sari > Let’s Hide the Drugs! 



    Permalink - a0z0ra @ 2:32 PM  |   0 comments

    Friday, August 05, 2005

    Me oi! Me! 

    PROLOG: It's not that I like to be different from others. Well, each of us is different in a way, that's a fact.

    I can't stand flowers. Let em live & let live mkay. Dont ever, ever buy me flowers and expect me to take care of em after they withered. Sure, they are cute & pretty when they'r still fresh.. but when they withered & die, they are useless. I am so irritated if I cant throw em away for the sake of "memories". Any kind of potpourries is out of the question too.

    If u want to prove that you care for me through things, buy things that I can enjoy mkay. Why dont u ask me first? As much as I like surprises, but in the end I prefer gifts that don't tempt me to throw em in the bin.

    I am not used to chit-chat for hours in a TELEPHONE conversation, so don't expect me to survive in more than 1 hour. It's worthless & tiresome. I don't mind not having a conversation at all, as a matter of fact.

    I'm not that masculine, dang it! Some1 think that I am sooo out of femininity touch. Hey I love dolls, like artsy stuff, am a fan of good dramas, love Tom Cruise & Jerry Yan, enjoy good food, can knit, cry when watching good movies (the last time is =In the realms of the unreal - PBS (damn good stuff mate)= 2 days ago), romantic, .. hell I'm wearing skirts in case u didn't notice. I DO dress-up & make-up too in rare occasions u know?


    Permalink - a0z0ra @ 12:15 PM  |   0 comments

    Wednesday, August 03, 2005

    Studi Banding Oh Studi Banding ... 

    Gambar ini adalah gambaran kecil yang berhasil kami tangkap kemarin di Hotel Radisson SAS Airport Hoofdorp Belanda. Rombongan lelaki paruh baya dengan wajah melayu, tampak segar memasuki lobby hotel, walau cuaca saat itu kurang bersahabat. Di tangan mereka, jelas terlihat tas belanja berlabel merk terkenal bak Gucci dan Bally, yang sudah menjadi pengetahuan umum, sebagai merk barang yang tidak murah. Sekilas, bapak-bapak ini terlihat seperti rombongan turis, yang sedang menikmati zomer vakantie. Siapa sangka, mereka adalah anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Nursyahbani Kartasungkana (PKB), Pataniari Siahaan (PDIP), Andi Matalata (Golkar), Yahya Zaini (Golkar), Agus Tjondro Prayitno (PDIP), Maiyasyah Johan (PDIP), Ishaq Saleh (PAN), Yusuf Fani Andim Kasim (PBR). Berdasarkan beberapa sumber, kunjungan mereka ke Perancis dan Belanda sejak tanggal 25 sampai 28 Juli 2005 adalah rangkaian tour studi banding tentang proses legislasi penyusunan rancangan undang-undang negara.

    Seperti yang ditulis Kompas 13 Juli 2005, dana yang bisa dihabiskan Dewan Perwakilan Rakyat untuk perjalanan ke luar negeri jumlahnya sangat besar dalam setahun. Informasi yang diperoleh pers, dana yang tersedia di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR saja untuk sisa anggaran tahun 2005 mencapai Rp 2,5 miliar. Hhmm, pantas saja bapak- bapak ini tampak sumringah, walau sedang menjalankan `tugas Negara'. Sekedar gambaran, fasilitas yang diterima anggota DPR apabila ke luar negeri memang banyak. Menurut keputusan Menteri Keuangan, 3 April 1992, fasilitas anggota DPR masuk dalam kategori golongan B: Uang harian perjalanan dinas ke luar negeri untuk ke Amerika Serikat adalah sebesar 315 dollar AS (Rp 2.929.500, asumsi 1 dollar AS == Rp 9.300); Perancis 320 dollar AS (Rp 2.976.000); Korea Selatan 250 dollar AS (Rp 2.325.000); Thailand dan Australia 220 dollar AS (Rp 2.046.000). Di luar itu, DPR juga mendapatkan fasilitas pesawat kelas bisnis. Namun, umumnya anggota Dewan banyak yang menggunakan kelas ekonomi sehingga kelebihan anggaran yang disediakan bisa dibawa pulang. "Selisih kalau pindah kelas dari bisnis ke kelas ekonomi biasanya lebih dari separuh," ucap seorang anggota Dewan, seperti yang dikutip Kompas.

    Bicara soal studi banding anggota DPR ke luar negeri bagai memutar kaset baru dengan lagu lama. Apalagi ditambah keadaan dalam negeri yang saat ini memprihatinkan dengan segala permasalahan BBM sampai keluarnya Inpres no. 10 tahun 2005 yang menyerukan penghematan, ditambah kontroversi kenaikan gaji anggota DPR. Surat kabar Sinar Harapan (22 Juli 2005) memberitakan bahwa dari data Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR saat ini, ketua DPR mendapatkan gaji Rp 35,17 juta per bulan. Para wakilnya mendapat Rp 29,89 juta. Sementara anggota dewan Rp 28, 37 juta. Gaji ini dinilai terlalu kecil dan diusulkan untuk ketua menjadi Rp 65,17 juta atau naik 82,5 %. Wakilnya menjadi Rp 51,39 juta, naik 71,8 %. Dan anggota dewan menjadi Rp 38,01 juta, naik 33,9 %. Ini berarti gaji bulanan ketua DPR secara keseluruhan naik 104 %, wakilnya naik 89,5 % dan anggotanya naik 82,8 %.

    Mahasiswa dan pelajar Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda menyatakan sikap prihatin; bukan saja atas terselenggaranya studi banding yang sangat tidak tepat dilakukan saat ini sebagai cerminan wakil rakyat yang kehilangan sensitifitasnya atas keadaan krisis bangsa, namun atas segala kebijakan yang bertolak belakang dari usaha memperbaiki keadaan carut-marut Negara.

    Ada satu catatan kecil yang rasanya perlu juga kami ungkapkan disini, yaitu kekecewaan terhadap tidak adanya kesempatan berdialog dengan bapak-bapak Baleg DPR. Saat kami membaca susunan acara mereka, ada satu sesi khusus dialog dengan komunitas masyarakat Indonesia di Belanda. Ternyata kami tidak diijinkan mengikuti sesi tersebut dengan alasan sesi itu hanyalah sesi makan malam intern dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), alias sesi siluman.

    Satu situasi yang mengecewakan untuk kami, ketika lagi-lagi sikap elit mencerminkan keengganan untuk terbuka pada kami yang notabene rakyat Indonesia, pimpinan tertinggi dari Negara Indonesia yang harus diperjuangkan aspirasinya. Ketika pintu komunikasi tertutup, seolah berdialog dengan kami menjadi tidak esensial dan tidak penting lagi dibanding urgensi studi banding itu sendiri yang menurut kami malah lebih tidak efektif mengingat kemajuan teknologi. Berbagai sarana elektronik padahal bisa dimanfaatkan untuk bertukar informasi bahkan pertemuan online antar benua dengan biaya yang jauh lebih murah dan cakupan peserta yang lebih fleksibel. Perwakilan Indonesia di berbagai negara bisa pula diberdayakan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Apakah ini suatu simbol bahwa virus imunitas untuk berdialog dan mendengarkan aspirasi kami sudah mulai menggejala, atau malah sudah akut?

    Maka jangan salahkan rekan-rekan PPI Prancis yang memilih walk out saat acara makan malam di KBRI di Paris dengan rombongan DPR, jangan tuding mereka bersikap kekanak-kanakan dengan dalih kabur begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasan anggota DPR, karena mungkin sesungguhnya memang tertutup sudah pintu dialog antara kami, Perhimpunan Pelajar Indonesia di luar negeri ini sebagai salah satu elemen masyarakat Indonesia, dengan orang-orang yang konon mewakili aspirasi kami. Jangan salahkan berita yang terlihat menyudutkan, karena mungkin memang tidak ada niat dari anggota DPR atau siapapun itu untuk meluruskannya.

    Dan siang ini, ketika tulisan ini kami rampungkan sebagai sikap kami, mungkin para anggota DPR tersebut sedang duduk dengan nyaman di kursi pesawat kelas bisnis, tersenyum sambil menikmati segelas kopi manis, ditemani sejumlah tas belanja oleh-oleh untuk kerabat dan keluarga, dengan sumbatan earphone di telinga untuk mendengar lagu-lagu indah di pesawat, yang tak seindah suara kami disini.

    Selamat Jalan Bapak-bapak?
    Leiden, 28 Juli 2005
    Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda

    Sumber: Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda - http://www.ppibelanda.org/index.php?option==com_content&task==view&id=&Itemid==1

    Foto-foto dapat dilihat di:
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272479.jpg
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272480.jpg
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272482.jpg
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272483.jpg
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272484.jpg
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272486.jpg
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272487.jpg
    http://www.ppibelanda.org/images/stories/p7272488.jpg


    Permalink - a0z0ra @ 12:33 PM  |   0 comments

    Tuesday, August 02, 2005

    Female infanticide 

    Female infanticide - Wikipedia, the free encyclopedia: "Female infanticide, the prevalent form of sex-selective infanticide is the systematic killing of girls at or soon after birth. It normally occurs when a society values male children to the point that producing a female is considered dishonorable or shameful. Female infanticide was most common in urban China during the Qing Dynasty, due to overpopulation, and the second half of the twentieth century, due to the One Child Policy that made it illegal for parents to have multiple children. However, sex selective abortion or abandonment were (and still are) more common methods of disposing of unwanted girls."

    Why? My common sense said that if in a society A PARTICULAR GENDER have A LOT MORE advantages than the other and ABORTION is legal -> parents tend to select a child's gender before birth, and rest assured that the chosen gender would b the one with more advantages. Simple animal survival instinct.

    If you against female infanticide, you must agree that we need a society where gender-based different treatments r minimized.


    Permalink - a0z0ra @ 2:59 PM  |   0 comments

    Monday, August 01, 2005

    Faith in brief 

    I look up the sky and see Him in all His glory
    I praise Him for all the grace He pours into my life
    And I will glorify Him in all my ways

    I thank Him for monsters for me to conquer
    I thank Him for angels for me to celebrate

    Even when I walk through a dark valley, I fear no harm for you are at my side; your rod and staff give me courage

    For He is the Lord, the giver of life
    the judge for the living and the death
    and His kingdom will have no end


    Permalink - a0z0ra @ 2:28 PM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016
  • January 2017
  • February 2017
  • March 2017
  • April 2017
  • May 2017