<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Friday, December 03, 2004

    Cantik itu relatif? 

    Note: This related to physical beauty only especially face. Inner beauty will be discussed later on.

    "Cantik gak?" tanya Ny sambil memperlihatkan foto seorang gadis di Friendster. Temannya, mungkin. Aku melihat sekilas, dan otak mempersiapkan penilaian-penilaian kilat.
    "Lumayan, " ujarku, penilaian pertama. Diproses beberapa detik, kemudian, "biasa aja" tambahku.
    "Aslinya lebih cantik.." ujar Ny.

    "Cantik itu relatif.." kataku politically correct sesuai dengan yang diajarkan oleh kakek-nenek jaman baheula.

    Apakah relativitas cantik? Benarkah cantik itu relatif dalam hal penilaian singkat seperti ini? Siapa yang beri standard seseorang dikategorikan cantik? Majalah? TV & Film? All in All, Media?

    Soalnya, jaman Greek dulu, yang cantik itu yang Montok & berisi. Yang kurus dianggap kurang gizi. Tradisional Fiji, pengantin dijadikan gemuk sampai dia gak bisa berdiri. Dianggap istri baru ideal. Sering lagi di tradisi lain yang cantik harus punya leher panjang atawa lobang kuping yang besar dan menjulur. Menurut tradisi Jawa, yang cantik itu "kulit kuning langsat, hidung bangir, rambut hitam terurai, etc etc" seperti cerita rakyat kalau mendeskripsikan seorang dewi.

    Sekarang, jaman Globalisasi Amrik & Jepang dimana culture mereka merajalela, standard cantik (physical & beyond) itu didikte oleh mereka. Gaya Amrik: skinny, tall, small nose, thin lips, long legs, tanned. Gaya Jepang: (kawaii/cute is the keyword here) small, white, round/heart face, thin lips, skinny, small nose. Jadi siapapun dengan karakteristik seperti ini beruntunglah mereka, karena mereka dianggap ideal oleh the King of Culture. Mereka yang ideal ini dipajang oleh Media seperti bodi Aphrodite dipatungkan oleh Greek. Lo, You People, Heed the Standard.

    Jadilah sekarang cowo-cowo Modern Greek & Fiji emoh kalau istrinya montok. Sekarang, dalam ajang perjodohan dan memperbaiki keturunan, mereka semua mengikuti insting survivalnya: ikuti standard cantik jaman sekarang.

    Selalu ada perkecualian, dan banyakan perkecualian ini berkaitan dengan inner beauty/karakter dan kepribadian. Tapi untuk pandangan pertama aka penilaian singkat, orang-orang modern yang mengikuti trend media pasti akan mengikuti standard cantik.

    Sebenernya gadis yang Ny tanyakan di atas itu sesuai standard cantik orang TiongHoa Indonesia Modern. Dijamin laku keras di ajang cari jodoh. - Biasa aja - jawabanku itu berkaitan dengan kekeraskepalaanku untuk menilai seseorang berdasarkan standard. Kalau mau jujur, sesuai otakku ini yang disodoki media setiap hari akan memberi jawaban: "Cantik banget" dan hilanglah relativitas kecantikan. Kalau benar cantik itu relatif.


    Permalink - a0z0ra @ 11:10 AM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016