<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Monday, September 20, 2004

    Pengharapan 

    "Adapun pengharapan adalah penghayatan akan kecemasan." Rendra

    Kalau apa yang kita harapkan itu tercapai, maka kelegaan (atau bahkan rasa kemenangan) yang kita rasakan begitu berarti . Dan perasaan itu kita simpan hati-hati hingga saatnya kita beberkan dengan bangga tentang detail-detail perjuangan itu.

    Sebaliknya kalau yang kita harapkan itu pupus, kekecewaan dan kesedihan bisa luar biasa beratnya sehingga kita bisa tak berminat hidup lagi. Pengharapan itu menjadi aib luar biasa yang disimpan dalam-dalam dan berharap agar ingatan akan pengharapan ini hilang pelan-pelan.

    Tapi proses mengharap itu sendiri luar biasa. Ketegangan yang dirasakan memang tidak enak, rasa deg2an dan pikiran yang terbuang itu luar biasa menyakitkan. Memang soal sakit/tidaknya tergantung kepribadian seseorang, tapi manusia pada umumnya pesimis jika perjuangannya itu akan berhasil seperti yang diinginkan. Sepertinya kita sudah kalah sebelum tahu hasilnya.

    Adapun iman juga suatu pengharapan. Semoga hidup ini tidak hanya berhenti saat kita mati. Semoga Tuhan yang maha adil memberi kita keadilan pada akhirnya. Rasa deg2an ditampis dengan membaca fakta bahwa iman kita ini sungguh benar dan apa yang kita harapkan itu akan terjadi. Tapi tetap saja, iman adalah pengharapan dengan hasil yang baru kelihatan setelah meninggal.

    Dengan kepesimisan kita itu, kadang-kadang banyak orang menyarankan agar kita tidak mengharap sekalian. Segala sesuatu yang menyakitkan lebih baik tidak dilakukan. Tapi hidup itu, tanpa penjelasan yang berarti, dimulai dengan sesuatu yang menyakitkan: kelahiran. Jadi sebenarnya dunia tidak bisa menyangkal bahwa penderitaan itu tidak bisa dihindari. Sekarang tinggal bagaimana kuatnya kita menghadapi penderitaan itu.

    Lalu dikaitkan dengan iman, katanya kita akan dimurnikan seperti emas oleh yang di Atas. Dengan diberi banyak kecemasan, semoga kita bisa menjadi murni seperti emas di hadapan Dia. Ada janji dari Dia bahwa segala peristiwa menyakitkan ini tidak melebihi kekuatan kita. Jadi kekuatan kita menghadapi tegangnya pengharapan itu sudah ada, walaupun kita tidak menyadarinya.

    Jikalau demikian, sekarang tinggal percaya diri sendiri bahwa kita bisa mengatasi segala bentuk kecemasan. Bahwa proses ini baik untuk kita dan kedewasaan kita. Untuk pribadi saya sendiri, kalaupun perlu jatuh dalam putus asa & air mata, menangislah. Setelah itu kita bisa memberi alasan untuk diri sendiri bahwa "I have done my grieving." Lalu kita teruskan pengharapan kita.

    Tetaplah mengharap! Tetaplah berjuang! Resiko tawa dan tangis tak sebanding dengan kedewasaan yang datang dari perjuangan itu.


    Permalink - a0z0ra @ 11:57 AM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016