<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Thursday, September 30, 2004

    Aku melihat hantu! 

    Ketika aku bersender di bangku kayu kapel
    menerawang ke arah altar yang sunyi sepi
    lampu Tuhan yang merah menatap
    cuma burung-burung yang sibuk menari di teralis jendela warna-warni
    nun jauh di atap yang melangit

    di lorong kapel kira2 2 bangku di depanku tiba2
    aku melihat hantu
    hantu melihat aku
    matanya tajam

    dalam keletihan mataku sehabis menangisi hidup
    yang kian hari kian tak ada arti
    sejenak kukira maskara luntur mataku mengkhianati logika
    setelah kucek-kucek mata
    dan berkedip-kedip
    kucoba lihat lagi

    dan batinku kini berteriak "Astafirulah!"
    Hantu itu melayang dan tembus pandang
    dari wajahnya cuma mata yang jelas kelihatan

    rambutnya hitam panjang terurai ke lantai
    matanya tajam menyimpan dendam
    bajunya peninggalan jaman Belanda
    wajah seramnya membuka mulut hendak berkata-kata

    "tolonglah aku ibunda"

    "Sialan!" Jeritku gila
    Seumur hidup tak pernah bercita-cita ketemu hantu
    kurasakan matanya masih tajam menusuk punggung
    ketika aku terbirit-birit jatuh bangun menuju pintu kapel

    Brak! Pintu kapel tiba2 tertutup!
    dan tak bisa kubuka walau kugebuk dan kucakar
    dan pelan-pelan hantu itu mendekati aku yang melotot ketakutan
    sambil mulutnya komat-kamit mengucapkan bisikan maut

    "tolonglah aku ibunda"


    Permalink - a0z0ra @ 10:50 AM  |   0 comments

    Monday, September 27, 2004

    It's going to be alright 

    Apakah salah kalau dalam hal relationship yang akan dicommit seumur hidup seseorang ingin punya rasa "Manteb" and "No Doubt"? Rasa "Manteb" itu berasal dari nilai-nilai yang kamu percayai seumur hidupmu. Walau seribu orang punya teori beda-beda, yah kita dengarkan. Tapi pada akhirnya kita akan sadar bahwa Susah bener untuk mengubah nilai yang kamu pegang so dear to your heart ever since you were a kid. Should we blame the environment that give us this value? Blame Hollywood! Blame all those dang romance novels & love songs! Hell, blame it on "Song of Songs"!

    I believe in His time. Mistakes may be made, but they are there for a good reason.

    Really. Emotions are so untrustworthy. Ideals are so hard to achieve. Siapa yang berbuat salah? Kepribadian yang belum "manteb" dari salah satu pihak? Ada keserakahan jugakah main di sini? "What do I get from the other?" Alangkah gilanya ketidakpuasan itu!

    Ideal: Focusing on GOD.
    The truth: Ego.

    Let's be more mature now. Let's start all over again. No Rush.


    Permalink - a0z0ra @ 11:36 AM  |   0 comments

    Wednesday, September 22, 2004

    Bila Usia Senja Menjenguk Kita 

    dik, kalau nanti kita sudah renta
    ingat saja puisi cinta kita berdua
    ketika duduk menghadap laut
    memandang hening cahaya menyusut

    dik, bila perutku semakin buncit
    rambut beruban dan mata sudah rabun
    jangan tertawai aku
    itu sudah jadi kodrat
    dan milik siapa saja
    semakin tua kita semakin reot
    seperti gubuk yang rapuh
    tinggal menunggu waktu rubuh

    dik, akankah kau tetap percaya
    bahwa cinta bisa dibawa mati
    walau raga pisah dari bumi?

    dik, usap lembut perutku
    berbaringlah di tipis dadaku
    kalau nanti kita sudah renta
    ingat saja waktu muda
    sewaktu kita saling jatuh cinta

    - Unknown


    Permalink - a0z0ra @ 10:21 AM  |   0 comments

    Tuesday, September 21, 2004

    Dimana garisnya? 

    Ada sesama blogger yang mempertanyakan kalau persahabatan ala true friend antara lelaki dan perempuan bisa terjadi tanpa membuat keduanya terlibat lebih jauh. Dia ini pesimis akan hal itu karena dilandasi oleh pengalamannya sendiri, dimana dari pihak perempuannya "terlanjur sayang" melebihi sayang kepada seorang sahabat.

    Lalu? Menurut kamu? Menurut dunia? Menurut iman?

    Mari kita bahas ideal versi dunia. Dari nonton "Friends" & "Sex and the City" etc etc jelas-jelas dunia mengajarkan bahwa hal ini mungkin, karena kesamaan dalam segala hal untuk lelaki dan perempuan. True friendship yang dulunya digariskan untuk sesama gender sekarang menyebrang ke lain gender. Ini erat kaitannya dengan dating trends dimana dating sekarang dianggap sebagai entertainment, bukan mutlak bertujuan untuk menikah. Karena itu, walaupun garis persahabatan sudah lewat dan menjurus ke dating, mereka tidak terbebani untuk menikah dan bisa kembali menarik diri ke tempat "true friend" kembali.

    Lalu versi iman? Extremenya, Jon Heine dari ISF jelas2 menolak dengan tegas bahwa hal ini bisa terjadi. Alasannya: Setiap relationship harus dinilai apakah ini berarti buat Tuhan. Relationship untuk lelaki dan perempuan yang tidak bermaksud untuk glorify Him (aka bertujuan menikah) berisiko dosa. Karena itu, risky relationship sebaiknya tidak dilakukan.

    Yang benar seperti apa dong? Semua itu relatif untuk pribadi masing-masing. Garisnya terletak dari definisi kamu tentang "true friend" & "lover". Kalau memang jenis orangnya gampang dimasuki jadi kategori "lover", berarti besar risiko "terlanjur sayang"nya. Sebaliknya, jika orangnya tidak mencukupi kategori "lover", seperti beda iman atau gaya hidup, risiko kecil. Jadi tinggal soal berani ambil risiko, dan persetujuan antara keduanya tentang relationship yang akan dibangun.


    Permalink - a0z0ra @ 3:01 PM  |   0 comments

    Monday, September 20, 2004

    Pengharapan 

    "Adapun pengharapan adalah penghayatan akan kecemasan." Rendra

    Kalau apa yang kita harapkan itu tercapai, maka kelegaan (atau bahkan rasa kemenangan) yang kita rasakan begitu berarti . Dan perasaan itu kita simpan hati-hati hingga saatnya kita beberkan dengan bangga tentang detail-detail perjuangan itu.

    Sebaliknya kalau yang kita harapkan itu pupus, kekecewaan dan kesedihan bisa luar biasa beratnya sehingga kita bisa tak berminat hidup lagi. Pengharapan itu menjadi aib luar biasa yang disimpan dalam-dalam dan berharap agar ingatan akan pengharapan ini hilang pelan-pelan.

    Tapi proses mengharap itu sendiri luar biasa. Ketegangan yang dirasakan memang tidak enak, rasa deg2an dan pikiran yang terbuang itu luar biasa menyakitkan. Memang soal sakit/tidaknya tergantung kepribadian seseorang, tapi manusia pada umumnya pesimis jika perjuangannya itu akan berhasil seperti yang diinginkan. Sepertinya kita sudah kalah sebelum tahu hasilnya.

    Adapun iman juga suatu pengharapan. Semoga hidup ini tidak hanya berhenti saat kita mati. Semoga Tuhan yang maha adil memberi kita keadilan pada akhirnya. Rasa deg2an ditampis dengan membaca fakta bahwa iman kita ini sungguh benar dan apa yang kita harapkan itu akan terjadi. Tapi tetap saja, iman adalah pengharapan dengan hasil yang baru kelihatan setelah meninggal.

    Dengan kepesimisan kita itu, kadang-kadang banyak orang menyarankan agar kita tidak mengharap sekalian. Segala sesuatu yang menyakitkan lebih baik tidak dilakukan. Tapi hidup itu, tanpa penjelasan yang berarti, dimulai dengan sesuatu yang menyakitkan: kelahiran. Jadi sebenarnya dunia tidak bisa menyangkal bahwa penderitaan itu tidak bisa dihindari. Sekarang tinggal bagaimana kuatnya kita menghadapi penderitaan itu.

    Lalu dikaitkan dengan iman, katanya kita akan dimurnikan seperti emas oleh yang di Atas. Dengan diberi banyak kecemasan, semoga kita bisa menjadi murni seperti emas di hadapan Dia. Ada janji dari Dia bahwa segala peristiwa menyakitkan ini tidak melebihi kekuatan kita. Jadi kekuatan kita menghadapi tegangnya pengharapan itu sudah ada, walaupun kita tidak menyadarinya.

    Jikalau demikian, sekarang tinggal percaya diri sendiri bahwa kita bisa mengatasi segala bentuk kecemasan. Bahwa proses ini baik untuk kita dan kedewasaan kita. Untuk pribadi saya sendiri, kalaupun perlu jatuh dalam putus asa & air mata, menangislah. Setelah itu kita bisa memberi alasan untuk diri sendiri bahwa "I have done my grieving." Lalu kita teruskan pengharapan kita.

    Tetaplah mengharap! Tetaplah berjuang! Resiko tawa dan tangis tak sebanding dengan kedewasaan yang datang dari perjuangan itu.


    Permalink - a0z0ra @ 11:57 AM  |   0 comments

    Tuesday, September 14, 2004

    Sarcastic mode on 

    Things I am not allowed to have:
    1) One True, Best Friend
    2) Life without care or plan
    3) Stress-free thoughts
    4) Expressing emotions freely
    5) No burdening expectation from parents
    6) No judging expectation from others
    7) No sister's shadow

    Nag-nag-nag.


    Permalink - a0z0ra @ 11:44 AM  |   0 comments

    Wednesday, September 08, 2004

    New Blog 

    I just created a new blog containing lyric of songs which is good IMHO. Please visit.

    http://romanticlyrics.blogspot.com/


    Permalink - a0z0ra @ 3:52 PM  |   0 comments

    The Little Things 

    After Sept. 11th, one company invited the remaining members of other companies who had been decimated by the attack on the Twin Towers to sharetheir available office space. At a morning meeting, the head ofsecurity told stories of why these people were alive...... and all thestories were just:
    The 'L I T T L E' Things .
    As you might know, the head of the company got in late that day because his son started kindergarten.
    Another fellow was alive because it was his turn to bring donuts.
    One woman was late because her alarm clock didn't go off in time.
    One was late because of being stuck on the NJ Turnpike because of an auto accident.
    One of them missed his bus.
    One spilled food on her clothes and had to taketime to change.
    One's car wouldn't start.
    One went back to answer the telephone.
    One had a child that dawdled and didn't get ready as soon as he should have.
    One couldn't get a taxi.
    The one that struck me was the man who put on a new pair of shoes that morning, took the various means to get to work but before he got there, he developed a blister on his foot. He stopped at a drugstore to buy a Band-Aid. That is why he is alive today.

    Now when I am stuck in traffic, miss an elevator, turn back to answer a ringing telephone .... all the little things that annoy me. I think to myself, this is exactly where God wants me to be at this very moment. Next time your morning seems to be going wrong, the children are slow getting dressed, you can't seem to find the car keys, you hit every traffic light, don't get mad or frustrated; God is at work watching over you.


    Permalink - a0z0ra @ 10:56 AM  |   0 comments

    Thursday, September 02, 2004

    Bikin lagu neh 

    Segala Cinta

    Segala cintamu untukku
    segala kasihmu untukku
    semoga selalu lekat dalam ingatan
    seperti apa adanya

    Semua tingkah lakumu
    semua nada candamu
    semoga slalu dekat dalam hatiku
    di kala suka dan duka

    Reff:
    walau beribu malang melintang
    walau berjuta topan menghadang
    yakinkan! pastikan!
    kita kan jalani semua luka
    berbagi senyum dan air mata
    bersama! s'lamanya!

    Reff2:
    walau beribu "tak stuju" datang
    walau letih dan sesak menyerang
    yakinkan! pastikan!
    kita kan jalani semua luka
    berbagi senyum dan air mata
    bersama! s'lamanya!

    ------------------------------------
    Comment: be merciful. For some reason, nada pertamanya sama banget ama "Song of Setaon"-nya Iben! Trus Reff-nya kok kayak Milli Vanili ya? Pengaruh! Pengaruh!


    Permalink - a0z0ra @ 11:47 AM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016
  • January 2017
  • February 2017
  • March 2017
  • April 2017
  • May 2017
  • June 2017
  • July 2017
  • August 2017