<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Tuesday, August 31, 2004

    Lagi-lagi soal cinta eros 

    Perumpamaan ini banyak disinggung orang jika berbicara tentang "true love" aka cinta eros.

    Tutup matamu. Bayangkan jika dunia kiamat, dan semua relativemu (parents, siblings, cousins, etc) sudah tiada. Ada seseorang yang memelukmu di sebuah shelter yang sebentar lagi rubuh, menenangkan hatimu dan membisikkan "I will be with you till the end." Kemudian kau tengadahkan wajahmu untuk melihat dia.

    Nah, wajah siapakah yang terlintas di adegan itu? Dialah cinta yang paling berkenan di hatimu sampai saat ini.


    Permalink - a0z0ra @ 11:30 AM  |   0 comments

    Friday, August 27, 2004

    Scene 1: Di depan altar 

    Dalam impiannya, ketika berjalan ke altar
    cintanya memandang dengan takjub
    dan terpana melihat kecantikan pengantinnya

    mata kekasihnya tajam
    dan ego lelaki menyerang: "mulai saat ini dia milikku semata"


    Permalink - a0z0ra @ 11:18 AM  |   0 comments

    Thursday, August 26, 2004

    Gombal 

    Gadis siapa yang tidak tersipu kalau si yayang/gebetan merayunya dengan kata-kata macam Daniel Bedingfield - If you're not the one?

    ...
    'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
    And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
    ...

    Godaan! Godaan! Rasanya jantung bisa copot kalo si gadis mendengarnya di tempat dan waktu yang mendukung. "Romantis," kata banyak orang.

    Banyak gadis berusaha bertindak rasional dan mengesampingkan hal-hal romantis macam ini. "Gombal," seru mereka.

    Secara jujur, rasanya semua gadis merindukan gombal2an yang bisa membuat pipi mereka memerah. Hal ini meninggikan rasa percaya diri mereka, dan otomatis mereka menghargai pria-pria yang telah melihat keistimewaan si gadis.

    Berikut ini adalah versi rayuan yang biasanya dihargai gadis:
    1) Tentang kecantikan: "Mata kamu tuh dalem banget.." "Kamu tuh kalo tersenyum manis sekali.." "Kalau mencibir muka kamu lucu.."
    2) Tentang feminine quality: "Wahh.. kamu sabar sekali yaa..." "Masakan kamu.. top banget! gak ada yang ngalahin!" "Saya gak mau nyakitin kamu, karena hati kamu begitu lembut dan sensitif.."

    Tentu saja, ini adalah generalisasi. Tidak semua rayuan diatas berlaku untuk semua gadis.
    Beberapa playboy sudah mengenali hal ini dan menggunakannya sebagai senjata. Mereka tahu bahwa tidak semua gadis bisa digombali dengan cara yang sama. Jika ditemukan, hal-hal khusus alias "tombol" cinta ajaib ini kadar suksesnya lebih besar, ibarat jalan tol ke hati si gadis.

    Bagaimana cara mengenali "tombol" mana yang harus ditekan? Salah satu cara utama adalah perhatikan keunikan si gadis. Apakah ia selalu membicarakan cerita-cerita dari temannya? Mungkin saja ia ingin dipuji sebagai orang yang pintar bergaul. Apakah ia suka berbicara politik? Ia ingin dianggap pintar dan berwawasan luas. Sikap dan gayanya keras? Ia ingin dilihat sebagai gadis tangguh dan pemberani.

    Jadi para pria, salah satu syarat supaya si gadis menengok kepadamu adalah: kreatiflah menggombal!


    Permalink - a0z0ra @ 11:39 AM  |   0 comments

    Sunday, August 22, 2004

    Proses mengulur 

    "Jarang Nyanyi yah" kata M setelah mendengar nyanyianku yang agak maksa mengikuti kunci gitar.
    "Suaraku emang rendah" belaku.
    "Suara tuh bisa ditarik.. Dulu SMP suaraku gak setinggi ini.. " sambungnya.

    Suara bisa ditarik! Suatu komentar yang membuatku berpikir. Benarkah demikian? Selama ini aku berpikir bahwa apa yang diberikan oleh Tuhan sudah klop! jadi dalam waktu semalam. Kalau kamu tidak bisa melakukan sesuatu, berarti tidak punya bakat dan selamanya tidak akan bisa melakukan itu.

    Kalau benar suara bisa ditarik, hal-hal apa lagi yang bisa "ditarik"? Apakah kepribadian bisa ditarik? Seseorang yang dari sananya pendiam, bisakah ia ditarik menjadi rame? Bagaimana dengan orang yang egonya tinggi, bisakah ia diulur jadi orang yang rela berkorban seperti Ibu Teresa, Gandhi, etc?

    Memang, tidak ada orang yang bisa hebat dalam waktu semalam.
    Proses jadi orang hebat itu tidak mudah, kata banyak orang. Banyak pengorbanan, waktu dan tenaga yang disisihkan dalam proses. Apalagi kalau jadi "hebat"nya itu seolah-olah jaraknya jauh dengan keadaan sekarang. Dalam kata lain, proses menarik dan mengulur itu menyakitkan.

    Kalau dipikir, orang terkagum2 pada ibu Teresa karena pengorbanan ekstrim yang dia lakukan seolah2 tak mungkin dilakukan oleh orang biasa. Benarkah demikian?

    Teringat cerita cara masak katak. Katak yang sudah ditangkap, bila dicemplungkan ke air panas akan melompat. Karena itu, supaya ia mau diam, katak itu harus dicemplungkan ke air biasa. Lalu pelan-pelan air itu dimasak. Katak itu akan bisa mengadaptasi dirinya, tanpa sadar bahwa air akan menjadi panas.

    Mungkin perumpamaan itu bisa diaplikasikan ke kasus Ibu Teresa. Ibu Teresa perlu beberapa tahun untuk mempersiapkan dirinya untuk memenuhi tugas yang diberi Tuhan. Saat pertama ia terjun ke dunia para miskin, usianya sudah kepala tiga. Bukankah demikian juga dengan Yesus?

    Mungkin semua hal perlu waktu untuk mengulur.
    Mungkin kedewasaan tergantung pada kesediaan orang itu untuk mengulur dirinya guna meraih yang diinginkan. Walaupun proses mengulur itu menyakitkan.


    Permalink - a0z0ra @ 4:05 PM  |   0 comments

    Friday, August 20, 2004

    KeIndonesiaanku 

    Kadang, hanya kadang
    kalau rasa sepi menyerang
    (bosan berjuang untuk tetap sadar dalam hedonisme yang kian keterlaluan
    berkali-kali bertanya apakah aku sudah dalam arusnya?)

    kubaca puisi-puisimu, o, anak-anak perkasa
    perhatianmu, gerammu pada mereka yang masih saja menyiksa
    dan menggampar, menelanjangi ibunda

    tiba-tiba solidaritaspun muncul dari bawah sadar
    haru timbul dari sesak terpendam
    akan cinta yang seakan tak bersambut
    untuk Indonesia, tanah nun jauh penuh derita

    Banyak yang bilang: Untuk apa cinta itu, untuk apa
    karena Indonesia tidak cinta kita, orang Cina
    Banyak yang bilang: Untuk apa kau pedulikan dia, untuk apa
    karena Indonesia akan terus memperkosa kita
    Pikirkan! Idealisme versus kenyataan!

    Babak belur memang cita ditampar kiri kanan
    luka kukira takkan sembuh, berbekas tajam

    tapi seruanmu, kawan! Rangkaian puitismu bangkitkan kembali kenangan cinta akan ribuan pantai, danau dan gunung api
    juga hektaran sawah, hutan dan berlaksa aneka fauna dan ratusan juta orang berbagai warna memandang birunya langit
    dalam satu ikatan tak kelihatan bernama negara yang dibangun susah payah
    dan masih bertahan, terseok perlahan

    Dengar! ini keIndonesiaanku
    Aku seorang Indonesia
    bahasaku bahasa Indonesia
    tanahku tanah Indonesia
    darahku darah Indonesia
    tulangku tulang Indonesia

    entah hidup entah mati
    entah malu entah bangga
    entah sedih entah gembira

    semoga walau dihajar cacimaki dan seruan benci
    keIndonesiaanku takkan hilang, kan kubawa mati


    Permalink - a0z0ra @ 3:40 PM  |   0 comments

    Renungan akan cinta 

    Sejak kapan dunia tergila-gila pada kata yang namanya cinta?

    Padahal begitu banyak hal di dunia yang tak hanya berputar sekitar cinta.

    Lalu mengapa ide "cinta eros" begitu laku dijual?
    Apakah karena cinta itu pemuas ego nomer 1?

    Dalam harapan dapat unconditional love yang dicari semua orang
    cintailah saya apa adanya, katanya

    di dalam dunia yang gerak berdasar untung-rugi, apakah hal seperti ini bisa terjadi?


    Permalink - a0z0ra @ 10:21 AM  |   0 comments

    Thursday, August 19, 2004

    Untuk dijual 

    Waktu saya masih kecil, setiap Sabtu saya dijadwal oleh orang tua untuk les organ. Letak tempat les organ ini tidak jauh dari rumah, kira-kira jalan kaki 5 menit lewat jalan kecil. Kira-kira sore hari jam 5 sampai jam 6 saya pergi ditemani pembantu. Setelah umur 10 tahunan, saya mulai direlakan pergi sendiri.

    Setiap kali lewat jalan kecil ini, ada 2 sosok manusia bertempat tinggal di tepi trotoar. Lelaki tua dan perempuan tua, mungkin suami istri atau kakak adik, yang kurus hingga tulang-belulangnya bisa terlihat jelas. Pakaian mereka compang-camping, cuma secabik kain untuk menutup badan dan rambut mereka putih awut-awutan. Badan mereka coklat terbakar sinar matahari, muka mereka mencerminkan rasa letih yang luar biasa. Melihat dari barang-barang mereka seperti cangkir dan piring kaleng dan dari lokasi mereka di samping warteg, bisa dibilang bahwa mereka makan sisa makanan para supir bajaj yang kadang mampir di warteg tersebut. Ketika bertemu mereka saya otomatis menundukkan kepala, memalingkan muka dan berjalan menghindari mereka. Namun entah mengapa saya masih bisa menangkap sosok mereka di sudut mata.

    Suatu hari, saya melihat di samping lelaki itu tergeletak beberapa batang kayu. Kayu-kayu itu beragam jenis dan macamnya tapi terlihat jelas bahwa kayu-kayu itu diambil dari sampah. Kemudian, saya mendapati tangan keriput lelaki tua itu sedang sibuk mengasah kayu-kayu dengan pisau. Sedikit demi sedikit, kayu yang diasah semakin banyak dan bentuknya semakin jelas. Lalu minggu berikutnya saya melihat 2 buah roda sebesar roda bajaj di samping perempuan itu. Sambil melanjutkan perjalanan, saya bertanya-tanya apa yang hendak mereka buat.

    Minggu berikutnya, sesuatu itu akhirnya berbentuk. Sebuah gerobak beroda 2, tingginya lebih besar sedikit dari gerobak bakso, lengkap dengan 2 pegangan dan beberapa laci di samping-sampingnya. Dari perawakan lelaki itu yang luar biasa kurus, tidaklah mungkin baginya untuk mendorong gerobak sebesar itu. Timbul pertanyaan baru, untuk apakah mereka membuat gerobak itu?

    Sabtu berikutnya, gerobak itu kini mempunyai warna coklat. Entah dari mana mereka bisa mendapat cat. Di atasnya, terdapat secarik kertas dengan tulisan "Untuk Dijual." Entahkah mereka yang menulis atau mereka meminta orang lain menuliskannya. Sebuah gerobak beroda 2 berwarna coklat untuk dijual. Dalam hati saya bertanya, adakah yang mau beli gerobak sederhana yang dibuat susah payah dari kayu yang diambil dari sampah ini?

    Lelaki dan perempuan itu masih duduk di trotoar di samping gerobak coklat itu. Di mata mereka yang redup terpancar sinar harapan agar gerobak itu bisa terjual. Pernah saya pergoki perempuan itu sedang melap gerobak supaya cat coklatnya masih kelihatan baru walau diterja debu jalanan.

    Berhari-hari. Berminggu-minggu. Masih ada tulisan "Untuk dijual" diatasnya. Kian lama saya menganggap gerobak itu bagian dari keluarga mereka. Saya merasakan simpati menyerang walau masih membuang muka dan pura-pura tak peduli. Benarkah gerobak coklat itu, hasil karya sepasang manusia yang masih ingin berjuang di tepi jalanan Jakarta, tidak berharga sepeserpun? Tak adakah penghargaan untuk jerih payah mereka?

    Setelah beberapa bulan lamanya, tulisan "Untuk dijual" itu kemudian hilang. Perempuan dan laki-laki itu mulai meletakkan cangkir dan piring kaleng di atas gerobak itu. Saya menyimpulkan bahwa mereka sudah menyerah untuk menjual gerobak coklat itu dan berupaya untuk menggunakan gerobak itu sebisanya.

    Lalu tiba saatnya saya tidak melihat perempuan yang biasanya setia di samping laki-laki itu. Kemana perempuan itu? Batin saya menyangkal pikiran terburuk. Sabtu demi sabtu berlalu, dan lelaki itu masih meringkuk sendirian di pinggiran jalan di samping gerobak. Dan saya pun sadar bahwa saya tidak akan pernah melihat perempuan itu lagi.

    Kira-kira 2 bulan kemudian lelaki itu pun tak pernah kelihatan lagi. Gerobak coklat itu masih di trotoar, makin lama makin rapuh. Pertama-tama rodanya hilang. Dan entah kapan tak pernah ada lagi. Mungkin diambil orang.


    Permalink - a0z0ra @ 4:27 PM  |   0 comments

    Tuesday, August 17, 2004

    Ce baju sexy? 

    Diambil dari real IM conversation w/ JoSul, edited in some part. Very interesting indeed. What do ya think?

    A:
    yang dikritik itu:
    1. cewe2 yg sengaja pake baju seducing utk entice cowo2 dan di"worship"/dikagumi
    2. cewe2 yg terus ngeliat trend yg diset cewe2 ini dan ngeliat cewe2 ini "sukses" in the world's term, lalu ikut2an tanpa tau akibatnya
    3. overall mindset of kawula muda (co dan ce) yg lalu otomatis berasumsi sexy dressing is harmless and good, while I argue it is very dangerous

    Q:
    dangerousnya?
    A:
    karena value bahwa a girl's worth is based on her sex appeal, karena the sex-appeal competition it creates, karena the shift of mindset yg tercipta karena the reinforcement of the faulty reward system, where the sexier/more revealing a girl, the more guys falling head over heel for her, and more likely to give her attention and praises harusnya kawula muda saling menghargai satu sama lain because of overall worth of character gue ngga deny physical beauty is pleasing, and even good tapi kalau udah imbalance attention being put on that one area of a complete personality, dan lagi kalau lalu motivasi utk enhance phyisical beauty itu utk feed your internal pride, than it becomes wrong

    Q:
    soal physical attraction, dari dulu banget rasanya emang direward kira2 kenapa yang ini akhirnya lebih menang dari personality value yang lain?
    kayak bisa masak, conversationalist, sabar... etc etc
    A:
    i think has a lot to do with guy's sex drives - heheheh - and part of it is also becausee the norm of the society, nah! a very big factor
    bayangin a society where semua berpakaian sopan, and everybody respects each other it is easier to know the other person deeper, beyond the skin

    Q:
    kalo menurut aku ya, org butuh first impression pertama2, kalo bagus, selanjutnya orang bakal mo kenal lebih deket. Jadi society yg lo maksud itu juga tetep aja ada competition untuk orang cari first impression. Kalo beauty & sexiness jadi taboo & negative, mungkin first impressionnya bakalan beda. Misal jadi obral kepinteran
    A:
    yea.. i agree. i think it is not that we need to shun it entirely. But again, put it in a proper balance. A balance outlook of physical beauty, intelligence, skills, character etc. If one portion is over-emphasized, then it is not good. I think it is ok to admire beautiful ppl. Tapi jangan kelewatan dan yg pasti trend baju2 minim yg happening skarang itu kelewatan especially karena your body and its shape harusnya cuma boleh dinikmati oleh suami loe. Kalo muka, sure everybody is welcome to see it tapi badan loe harusnya ngga boleh sembarang diliat orang kan?
    then why are the girls playing with it... i mean i am sure mereka juga ngga mau diliat bugil (at least most of them don't)...
    then why do you play/flirt with it?
    hypothesis gue, most of them karena mau diadmire, dikagumi, diworship

    Q:
    alasan mrk kira2 kalo mo bela diri apa? kalo tetep insist sexiness is necessary
    A:
    mmmm most likely they still choose the short term gain over the overall happiness... just like most people, Christians and non-Christians alike, choose to whenever facing temptation. mungkin mereka bakal don't care... i want to be happy NOW


    Permalink - a0z0ra @ 5:58 PM  |   0 comments

    Individualism taking over! 

    I want to live like I want
    I want to hear music that I like
    I want to do things my way
    I want to talk things that interest me

    I want you to listen what I said
    I want you to like what I like
    I want you to think like I think
    I want you to like me just as I am

    Behold! Heed my judgment!

    I'm special goddamnit!
    Don't compare me to others!

    - Me and my ego


    Permalink - a0z0ra @ 2:10 PM  |   0 comments

    Thursday, August 12, 2004

    Debat Islam - Kristen mailing list 


    Indonesia! Indonesia! 

    Cinta jarak jauh
    Rindu kian mengikis

    permintaanku
    Jadilah kau bunga mimpi

    biar rasa kehilangan bisa tertimbun
    walau kelak terbangun

    hendak kunyanyi lagu tumpah darah
    entah mengapa suara tak sampai
    ke tanah penuh luka dan duka

    Indonesia! Indonesia!

    tanah jauh penuh derita
    sudah diperkosa sejuta kali
    entah mengapa masih cinta

    keras kepala
    dan buta mata

    (mungkin cuma kita dan cerita kita berdua,
    mungkin cuma aku dan khayalan sendu)


    Permalink - a0z0ra @ 11:52 AM  |   0 comments

    Monday, August 09, 2004

    Kekerasan terhadap perempuan 


    Akal dan Gairah 

    Benarkah itu, kalau akal memberi kita kedamaian dan kesejukan
    seperti bukit hijau yang tenang

    Dan gairah seperti angin
    bertiup perlahan kadang marah menyerang

    Kalau begitu, bawalah aku pergi wahai angin! air! api!
    biarlah walau babak belur
    semoga senyuman tetap ada di wajahku


    Permalink - a0z0ra @ 1:39 PM  |   0 comments

    Monday, August 02, 2004

    Sabbatical Leave 

    Just for this week, I will be on my first self-announced sabbatical leave. Minggu jauh dari parti dan minimize hub dgn org.

    Mengapa? Singkat kata, banyak pikiran. I need to reconstruct everything and reconfigure vision and life purpose. Lately, everything was moving so fast I need to calm down and take a deep breath.

    Wish me luck. Matur nuwun.


    Permalink - a0z0ra @ 10:43 AM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016
  • January 2017
  • February 2017
  • March 2017
  • April 2017
  • May 2017
  • June 2017
  • July 2017
  • August 2017