<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Monday, April 19, 2004

    Pertajam Daya Ingat Anda..! 

    Sekali-sekali lupa itu lumrah, tapi kalau sudah berulang-kali namanya penyakit. Penyakit lupa yang sering disebut pikun itu tidak hanya menyerang orang lanjut usia. Orang muda pun bisa terkena. Maka jangan biarkan otak menganggur.

    Apa yang dialami Andi memang belum parah, walaupun hal ini sering terjadi. Bayangkan saja, sudah turun ke lantai parkir dia baru ingat kalau kuncinya ketinggalan di meja. Terpaksa dia harus naik lagi ke ruang kerjanya di lantai enam, untuk mengambil kunci mobil. Lain waktu saat mau pergi menemui klien, Andi sudah berada di mobilnya. Ketika mobil hampir keluar dari halaman kantor dia baru ingat kalau harus membawa bingkisan. Terpaksalah dia kembali lagi ke ruangan untuk mengambilnya.

    Kisah seperti Andi yang baru berusia 26 tahun ini sering kita temui. Namun kisah sebaliknya juga tidak jarang terjadi. Orang yang sudah uzur seperti Ibu Kasur (76), semasa hidupnya masih bisa mengingat dan menceritakan dengan gamblang berbagai pengalaman di masa kecilnya. AT Mahmud yang berusia 72 pun demikian. Ia bisa menceritakan secara rinci pengalamannya saat membuat puisi ketika ia masih kelas empat SD. "Waktu itu saya tinggal di Palembang. Saya sedang duduk di atas bukit di sore hari. Pemandangan yang indah dan suasana yang tenang menggugah saya untuk menulis puisi," kisah pengarang lagu anak-anak ini.

    Tiga Bentuk Lupa

    Lupa memang bukan persoalan kecil kalau hal itu terjadi berulang kali. Satu dua kali lupa masih terbilang normal secara fisiologis. Namun kalau sudah berkali-kali itu berarti abnormal dan bisa dibilang patologis. Menurut Dr. Handrawan Nadesul, bentuk lupa terdiri dari tiga kelompok, yakni mudah lupa (forgetfulness), amnesia, dan pikun (demensia).

    Mudah lupa yang menurut Dr. Hermawan Suryadi, Sp.S, disebut lupa lumrah (Benign Forgetfulness) terjadi jika simpanan informasi dalam memori jangka panjang sulit diingat lagi saat dibutuhkan. Dokter Handrawan memberi contoh, "Selama Anda masih merasa menginjak bumi dan sadar akan lingkungan sosial Anda, namun lupa nomor telepon, alamat atau nama orang itu masih lumrah."

    Mudah lupa biasanya terjadi karena ada bagian kecil dari ruang ingatan kita yang hilang. Bagian kecil itu umumnya berisi ingatan yang baru, sementara ingatan lama masih utuh.

    Sedangkan amnesia, menurut Dr. Hermawan, yang berpraktek di Klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi, Jakarta terjadi jika seseorang mengalami cidera otak, misalnya terbentur. Beberapa detik sebelum benturan berlangsung, terjadilah kondisi hilang ingatan yang disebut Amnesia Retrograd. Setelah benturan terjadi sampai batas waktu tertentu, misalnya dua minggu, kondisi hilang ingatan ini disebut Amnesia Anterograd atau Post Traumatic Amnesia.

    Kalau kondisi ini berlanjut, orang tersebut berpotensi menderita demensia, di mana tidak hanya ingatan (memori) yang hilang tetapi juga intelegensinya. Bila sudah mengalami demensia, penderita tidak mampu lagi mengenal hari, tahun, apakah ini siang atau malam, bahkan tidak tahu tugas sebagai ayah atau ibu. Demensia sifatnya progresif dan mencakup memori yang luas. Kalau sudah demikian, persoalan menjadi pelik dan butuh pengawasan.

    Aktifkan Otak Kanan

    Penurunan fungsi otak secara fisiologis, menurut Prof. Dr. Sidiarto Kusumoputro Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Fungsi Luhur dan Penyakit Alzheimer dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, di antaranya adalah penurunan daya ingat (memori) dan intelegensia dasar (fluid intellegence) yang berarti terdapat penurunan fungsi belahan otak kanan. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan otak kanan lebih cepat menurun daripada otak kiri. Hal ini terjadi karena kita lebih sering menggunakan otak kiri. Oleh sebab itu menurut Dr. Ruswaldi Munir Sp. KO dari bagian Kedokteran Olahraga FKUI/RSCM, otak kanan sejak usia dini harus selalu diaktifkan.

    "Jangan biarkan otak menjadi malas, baik otak kiri maupun kanan. Caranya dengan belajar apa saja," katanya. Hal senada juga ditekankan oleh Dr. Hermawan bahwa aktivitas apa pun sangat penting dijalankan misalnya melakukan permainan yang melatih konsentrasi, perhatian, orientasi, dan imajinasi seperti teka-teki, puzzle.

    Kita bisa juga menekuni hal-hal yang berkaitan dengan seni (menari, menyanyi, melukis, berteater, main musik, diskusi) dan spiritual misalnya meditasi. Kegiatan yang sedang tren sekarang ini seperti senam otak (brain gym) bisa juga dilakukan.

    Sel Otak Mengisut

    Selain akibat menurunnya fungsi otak kanan seiring bertambahnya usia, daya ingat dan intelegensia juga bisa menurun karena berbagai penyakit. Di antaranya penyakit Alzheimer, gangguan pembuluh darah otak, cidera kepala, infeksi otak yang biasanya disebabkan oleh penyakit sifilis, AIDS, tumor otak, gangguan hormon gondok, stroke, gangguan nutrisi, dan Parkinson.

    Pada kasus yang diakibatkan penyakit tersebut, sel otak mengalami atrofi (mengisut atau layu), selain kehilangan serabut saraf otak, pendarahan otak dan munculnya bercak penuaan.

    Menurut Dr. Handrawan, kebanyakan demensia tidak ada obatnya dan tidak bisa dipulihkan. Proses ini bersifat progresif dalam 5-10 tahun. Obat-obatan hanya bersifat menunjang keluhan dan gejala, seperti insomnia, depresi, psikosis, kecemasan, dan gangguan perilaku.

    Hanya demensia yang disebabkan oleh kekurangan hormon gondok (hypothyroidism), kepala berukuran besar (hydrocephalus) dan tumor otak yang bisa dipulihkan. Dengan mengoreksi penyakitnya, demensianya pulih.

    Demensia palsu terjadi pada orang yang menderita depresi berat. Begitu depresi diatasi gejala demensianya pulih. Pada penderita paska stroke selintas (TIA- Transient Ischaemic Attack) perlu minum aspirin, mengoreksi darah tinggi, lemak darah, dan kencing manis, agar stroke tidak berulang dan berpotensi menjadi demensia.

    Jaga Kepala

    Karena otak adalah sumber di mana masalah muncul, Dr. Hermawan menyarankan agar kita menjaga kepala. Kita mesti menjaganya sebaik mungkin dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal misalnya menghindari cidera kepala akibat benturan. Faktor internal misalnya melakukan aktivitas yang memungkinkan otak bekerja terus-menerus.

    Selain itu, kita juga mesti menjaga kelancaran suplai darah dan oksigen, dengan memelihara tubuh agar tetap sehat sehingga pembuluh-pembuluh darah ke otak tidak terhambat. @ Abdi Susanto

    Apakah Anda mengalami gejala-gejala berikut? Kalau ya, Anda berpotensi menjadi pikun. Jadi waspadalah!

    - Gangguan daya ingat. Lupa jalan, nama orang, teman, anggota keluarga, tidak ingat kejadian atau pembicaraan yang baru saja dilakukan.
    - Kesulitan dalam melakukan aktivitas sederhana atau pekerjaan sehari-hari.
    - Problem berbicara atau berbahasa. Gejala ini ditandai adanya kesulitan untuk terlibat dalam pembicaraan dengan orang lain, sulit mengerti pembicaraan orang lain, sulit mencari dan menemukan kata yang tepat.
    - Disorientasi. Gejala ini ditandai dengan kesulitan untuk mengenal waktu, tanggal, tahun, hari-hari penting, tempat dan lingkungan.
    - Penampilan memburuk. Tandanya antara lain, Anda mulai tidak memperhatikan kebersihan diri dan sering salah dalam berpakaian, misalnya memakai baju terbalik.
    - Kesulitan dalam berhitung sederhana.
    - Salah atau lupa meletakkan benda. Curiga seseorang telah mencurinya.
    - Adanya perubahan perasaan dan perilaku. Bila Anda suka keluar rumah malam hari tanpa alasan, atau Anda menjadi semakin agresif.
    - Perubahan kepribadian. Gejala ini ditandai dengan adanya perubahan emosi secara drastis, menjadi tidak sabar, mudah putus asa dan menyalahkan orang lain, serta mudah cemas.
    - Hilangnya minat dan inisiatif. Berkurangnya aktivitas yang menyenangkan diri, seperti menekuni hobi. Kalaupun menjalaninya, sulit menikmatinya. @

    Mencegah Lupa dengan LUPA

    Kiat ini diberikan oleh Dr. Hermawan Suryadi, Sp.S untuk menanggulangi `penyakit lupa`.

    L (atihan). Latihan yang dimaksud adalah selalu melakukan aktivitas, terutama yang melibatkan otak entah itu melukis, menyanyi, menari, atau aktivitas lain misalnya menghafal nomor telepon teman. Dengan beraktivitas, organ-organ tubuh terutama otak tetap terasah dan terjaga staminanya.
    U (langan). Seringlah mengulang-ulang apa yang hendak diingat atau dihafal. Langkah ini membantu memudahkan ingatan dalam memperhatikan hal-hal yang penting.
    P (erhatian). Konsentrasi pada hal-hal tertentu yang menjadi perhatian memudahkan kita dalam mengingat sesuatu.
    A (sosiasi). Ini teknik mengkait-kaitkan segala sesuatu yang berhubungan dengan yang hendak kita ingat. Gunakan hal-hal yang menyenangkan atau mengesankan untuk mengingat sesuatu. Teknik ini biasa disebut `jembatan keledai`. @

    Pelihara Otak Agar Tetap Bugar

    - Jaga makanan atau diet. Makanan yang asal-asalan bisa membuat tubuh rusak. Hindari kegemukan karena bisa menyebabkan munculnya penyakit seperti diabetes, jantung hipertensi, dan lainnya.
    - Hindari minum alkohol dan mengkonsumsi narkotika karena bisa meracuni bisa otak.
    - Waspadalah bila Anda memasak menggunakan panci, ketel, atau pembungkus alumunium foil karena alumunium yang berlebih dalam darah bisa menurunkan daya ingat. Selain alumunium, zat besi dan silikon juga bisa meracuni otak.
    - Berolahragalah secara teratur. Kalau tidak memungkinkan, minimal lakukan jalan kaki setiap hari selama 30 menit. Usahakan untuk latihan pernapasan dan melakukan senam otak.
    - Jauhi tempat-tempat yang berpolutan tinggi karena CO (karbonmonoksida) yang terkandung dalam asap mobil bisa meracuni otak.
    - Asah otak, misalnya dengan main catur, bridge, mengisi teka-teki silang, mengajari cucu, mempelajari sesuatu dan mempraktekkannya.
    - Tanggulangi stres dengan baik. Bisa dengan rileksasi, meditasi atau menggeluti hobi. @

    Sumber: KCM - Kamis, 24 Oktober 2002


    Permalink - a0z0ra @ 11:56 AM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016