<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Monday, March 29, 2004

    About expectation 

    In my wildest dream
    I dreamt of him liking my poem

    That is only in my wildest dream

    In my unfulfilled imagination
    I imagined him able to see through my eyes

    That is only in my unfulfilled imagination

    In my memory of neverland
    I remember him sharing my interest

    That is only in my memory of neverland

    What you have may not be changed
    God gives you everything you need, so be content

    In his wildest dream
    He dreamt of me accepting him as he is

    That is only in his wildest dream


    Permalink - a0z0ra @ 1:24 AM  |   0 comments

    Friday, March 26, 2004

    Orang Brengsek Guru Sejati 

    Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

    Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.

    Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
    perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka ; seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah
    itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

    Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

    Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.

    Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

    Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

    Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit,
    ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

    Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

    Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk
    orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.

    Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?
    ***

    Sumber: Orang Brengsek Guru Sejati oleh Gede Prama


    Permalink - a0z0ra @ 9:36 AM  |   0 comments

    Thursday, March 25, 2004

    Soe Hoek Gie by Riri Riza 


    Wednesday, March 24, 2004

    Lord, Liar or Lunatic? 

    "Did Jesus exist? If not, then there's not much to talk about. If he did, he called himself Lord. This means that either:
  • He was Lord,
  • He was a liar, or
  • He was a lunatic.
    It's unlikely he was a liar, given his morals as described in the Bible, and his behavior doesn't sound like that of a lunatic. So surely we must conclude that he was Lord?"


    Firstly, note that this argument hinges on the assumption that Jesus did in fact exist. This is at least debatable.

    Secondly, the argument attempts a logical fallacy which we might call "trifurcation", by analogy with "bifurcation" (see the "Constructing a Logical Argument" document). That is, the argument attempts to restrict us to three possibilities, when in fact there are many more.

    Two of the more likely alternatives are:

  • He was misquoted in the Bible, and did not claim to be Lord.
  • The stories about him were made up, or embroidered with fictitious material by the early Christians.

    ...

    Quoted from: The Atheism Web: Common arguments


    Permalink - a0z0ra @ 10:19 AM  |   0 comments

  • Tuesday, March 23, 2004

    The Three Forms of Knowledge 

    Ibn El-Arabi of Spain instructed his followers in this most ancient dictum:

    There are three forms of knowledge. The first is intellectual knowledge, which is in fact only information and the collection of facts, and the use of these to arrive at further intellectual concepts. This is intellectualism.

    Second comes the knowledge of states, which included both emotional feeling and strange states of being in which man thinks that he has perceived something supreme but cannot avail himself of it. This is emotionalism.

    Third comes real knowledge, which is called the Knowledge of Reality. In this form, man can perceive what is right, what is true, beyond the boundaries of thought and sense. Scholastics and scientists concentrate upon the first form of knowledge. Emotionalists and experientialists use the second form. Others use the two combined, or either one alternatively.

    But the people who attain to truth are those who know how to connect themselves with the reality which lies beyond both these forms of knowledge. These are the real Sufis, the Dervishes who have Attained.

    Disadur dari: IBN EL-ARABI


    Permalink - a0z0ra @ 9:54 AM  |   0 comments

    Monday, March 22, 2004

    Ideal Camping 3/19 - 3/21 

    Ideal Camping -
    1) Best Companions - CHECKED
    2) Excellent Weather - CHECKED
    3) Excellent location - CHECKED
    4) Perfect preparation - CHECKED
    5) Extremely GOOOOD FOOOD - CHECKED
    6) WEIRD on-time schedule - CHECKED
    7) Nice Shower facility - CHECKED

    "Hotel, with a touch of nature," Fool Hollow Visitor
    "Most convenient camping trip so far," Anonymous quote
    "Even ** and the gank would probably say yes to camping," a0z0ra

    Come and visit! Fool Hollow Lake


    Permalink - a0z0ra @ 1:26 PM  |   0 comments

    Thursday, March 18, 2004

    Galembongku hilang 

    kian hari
    kian mati

    semangat bercipta meredup
    ditutupi kesenangan hidup

    renungan akan masa silam
    jaman teater kecil2an
    dan gairah berseni
    kian menjauh.. tinggal kenangan

    kalau kubilang padamu bahwa aku masih ingin kembali ke masa lalu
    aneh kah? Sebab jaman umur segini adalah jaman cari uang
    bukan main-main dengan nasib dan gairah semata

    dan galembong ku hilang entah kemana
    juga gemerlap dunia panggung itu kian hilang


    Permalink - a0z0ra @ 10:48 AM  |   0 comments

    Pramoedya Menangis Terima Penghargaan dari Norwegia  

    Sumber : Koran Tempo, 14 Maret 2004

    Pramoedya Menangis Terima Penghargaan dari Norwegia

    JAKARTA - Sastrawan Pramoedya Ananta Toer, 79 tahun, menangis membaca surat yang diterima dari The Norwegian Authors Union, di rumahnya di daerah Bojong Gede, Bogor, kemarin.

    Isi surat yang ditandatangani Presiden the Norwegian Authors Union, Geir Polen, itu menyatakan bahwa ia mendapat penghargaan atas karyanya yang dinilai penting bagi sastra dunia dan perjuangannya bagi kebebasan dan toleransi.

    Gunawan, salah seorang menantu Pramoedya yang membacakan isi surat itu kepada Tempo News Room kemarin malam, menuturkan bahwa ia melihat Pram tersedu, "Kami kaget waktu lihat Ibu dan Bapak menangis di ruang tamu," kata Gunawan, suami Astuti Pramoedya.

    Ia mengatakan, Pram sendiri tidak menyangka bakal mendapat penghargaan itu. Surat itu dilayangkan ke Komunitas Utan Kayu. Salah satu anak Pram kemudian membawa surat itu ke Bojong Gede tanpa mengetahui isinya. "Dipikirnya surat biasa", ucapnya.

    Menurut Gunawan, sesaat setelah diketahui bahwa Pram mendapat penghargaan, seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu itu. "Di negara lain saja masih menghargai karya-karya saya, di negara sendiri tidak," kata Gun mengutip pernyataan Pram kepada anak, menantu dan cucunya.

    Hari itu, kata dia, anak, menantu dan cucu Pramoedya berkumpul untuk merayakan ulang tahun Maemunah, istri Pramoedya yang ke-76 tahun. Suasana ulang tahun masih terasa hingga pukul 22.30 WIB. Terdengar musik karaoke di belakang suara Gunawan.

    Atas penghargaan itu, Pramoedya berhak menerima 100 ribu krone Norwegia atau sekitar Rp. 125 juta. Rencananya, penghargaan akan diserahkan di Jakarta pada April mendatang. Ini lantaran Pram masih dalam kondisi sakit.

    Penghargaan itu melengkapi penghargaan sebelumnya. Ia antara lain pernah menerima pengharaan :

    a.. Ramon Magsaysay dari Filipina (1995)
    b.. Stiching Wertheim dari Belanda (1995)
    c.. Freedom to Write Award dari PEN Amerika (1998)
    d.. Fukuoka Asian Culture Grand Prize dari Jepang (2000)
    Pram juga pernah menerima penghargaan UNESCO Madanjeet Singh Prize 1996 atas sumbangsih dan dedikasinya untuk mempromosikan sikap antikekerasan dan rasa toleransi sesama manusia melalui karya-karyanya. Ia juga pernah memperoleh pernghargaan dari Universitas Michigan bersama tiga penerima penghargaan lain, termasuk sekjen PBB Kofi Annan.

    Karya-karya sastrawan kelahiran Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925, itu telah diterjemahkan ke dalam 37 bahasa. Yang terbaru, pada Januari lalu, beberapa karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, Swedia, Polandia, dan Spanyol.

    Pram juga pernah diunggulkan untuk meraih hadiah Nobel pada 1995


    * martha w. silaban/tnr


    Permalink - a0z0ra @ 10:15 AM  |   0 comments

    Tuesday, March 16, 2004

    Indonesiaku Indonesia kartupos 

    Indonesiaku Indonesia kartupos
    matahari terbenam dikejauhan
    sawah hijau terbentang
    stupa teduh berahasia

    Indonesiaku Indonesia kartupos
    rayuan pantai pulau kelapa
    pura megah menyombong dada
    senyum gadis cantik eksotik

    O, Indonesia
    ingatan memudar,
    lupa beribu, lupa berayah
    mengenang negara nan jauh
    seiring waktu, hilang perlahan

    tersisa rindu menggila
    akan cinta yang pernah ada
    jaman dahulu kala

    tinggalah kau, Indonesia
    dua dimensi dan diam sepi


    Permalink - a0z0ra @ 10:06 AM  |   0 comments

    Monday, March 15, 2004

    Passion of Christ - Nci 

    Dear all,

    Beberapa dari kami, Mudika Austin(lumayan banyak, ada 22 orang) pergi menonton film The Passion (film tentang 48 jam terakhir kehidupan Yesus di dunia, perjalanan Yesus sampai Dia disalibkan) yg belakangan ini cukup "HOT" di Amrik.

    Wow... Itu kata2 pertama yang bisa saya ungkapkan. Sejak dari pertama film dimulai sampe film selesai, benar2 mengagumkan. Saya sungguh lelah setelah selesai menonton film ini. Benar2 menguras tenaga dan emosi. Terlalu graphical, tapi itu yang benar2 terjadi!!!... Oooooo My... How can a human possibly handle all the tortures??? Jika bukan karena betapa sayangnya Yesus pada kita, rasanya tidak ada satupun yg make sense.

    Dari saya personally, karena saya percaya bahwa Yesus yg datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, dan saya sering sekali melihat salib di mana2, film ini benar2 membuka mata saya untuk lebih appreciate the meaning of a cross. Betapa salib itu benar2 melambangkan kemenangan Tuhan atas setan, melambangkan bahwa Tuhan sangat sangat mencintai kita semua, kitaaaaa semuaaaaaa... manusia yg sangat berdosa. Kadang kita terlalu egois untuk melihat kesusahan orang lain, kita memikirkan semua tentang kita. Self centered, self absorbed. We worry things that we dont need to worry about.

    Jadi, apa yang akan dan harus kita perbuat untuk meredakan penderitaan Tuhan? Berusaha sekeras mungkin untuk melakukan sesuatu yg benar, membalikan semua yg akan kita perbuat ke hati nurani... mempertanyakan diri kita sendiri sebelum berbuat sesuatu( tanya dalam hati: Apa yg akan Yesus perbuat untuk menyelesaikan masalah ini?). Ingat bahwa setiap kali qta berbuat salah, berbuat dosa, Yesus dicambuk 1 kali untuk menebus dosa qta.

    Overall, kesimpulannya, saya sangat menganjurkan semua orang untuk menonton film ini. Berharap sangat bahwa film ini bisa masuk ke Indonesia. Bila tidak masuk, nanti kalau sudah keluar dvdnya, mungkin bisa dibawakan ke indonesia, suatu saat nanti.

    Mari kita semua selalu berusaha melakukan sesuatu yang benar, sesuai dengan apa yg Tuhan inginkan. Saling memberikan dukungan moral dan dukungan lainnya bagi teman2 kita dan sesama kita yg membutuhkan.

    "For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.For God did not send his Son into the world to condemn the world, but to save the world through him. Whoever believes in him is not condemned, but whoever does not believe stands condemned already because he has not believed in the name of God's one and only Son." John 3:16

    Tuhan Memberkati

    Diana


    Permalink - a0z0ra @ 1:33 PM  |   0 comments

    Dennis Adhiswara .::layarperak.com::. 

    .::layarperak.com::.

    And you know what? He is the same age as mine. Genius.


    Permalink - a0z0ra @ 10:03 AM  |   0 comments

    Thursday, March 11, 2004

    Macromedia - Central 

    Macromedia - Central

    OMG - MUST DOWNLOAD THIS REALLY COOL SOFTWARE!

    Get it while it's FREE!!!

    You can keep track of my blog by using its blogreader and add the "syndicate me" address


    Permalink - a0z0ra @ 12:34 PM  |   0 comments

    Gus Dur Dinobatkan Jadi Bapak Tionghoa 


    Tuesday, March 09, 2004

    How to gain weight and gain muscle mass 

    How to gain weight and gain muscle mass

    Wakakakakakakk.... coba gak ya??

    More links:
    Underweight - Ask the Dietitian


    Permalink - a0z0ra @ 3:07 PM  |   0 comments

    Sunday, March 07, 2004

    Doa orang hedon 

    Kalau ada kesempatan untuk berbuat baik, Tuhan
    tolong bukakan mata saya
    karena penglihatan agak2 buram
    cuma ingin melihat yang ingin dilihat

    Kalau ada kesempatan untuk berbuat baik, Tuhan
    tolong teriakan kepada saya
    Karena telinga saya agak2 tuli
    karena disumpeki sama lagu2 cinta

    Kalau ada kesempatan untuk berbuat baik, Tuhan
    tolong tajamkan penciuman saya
    Karena hidung sudah kerap dimanja
    sama wangi2 dunia yang enak saja

    Kalau ada kesempatan untuk berbuat baik, Tuhan
    tolong beri lidah saya kekuatan
    karena kepengecutan lidah kadang2 menyebalkan
    inginnya cuma dipuji orang2

    Kalau ada kesempatan untuk berbuat baik, Tuhan
    tolong coel2 saya
    karena kulit saya agak2 tebal
    gara2 cinta diri sendiri yang berlebih

    Pada dasarnya, Tuhan
    kalau bukan karuniaMu yang beri pencerahan
    apa gunanya kita semua?

    Cuma manusia dengan cinta dirinya


    Permalink - a0z0ra @ 10:40 PM  |   1 comments

    Wednesday, March 03, 2004

    Makna Sebuah Titipan - WS Rendra 

    Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa:
    sesungguhnya ini hanya titipan,
    bahwa mobilku hanya titipan Allah
    bahwa rumahku hanya titipan Nya,
    bahwa hartaku hanya titipan Nya,
    bahwa putraku hanya titipan Nya,

    tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
    mengapa Dia menitipkan padaku?
    Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
    Dan kalau bukan milikku,
    apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

    Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
    Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
    diminta kembali oleh-Nya ?.

    Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
    kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
    kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa
    itu adalah derita.

    Ketika aku berdoa,
    kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
    aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
    lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
    seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

    Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
    aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
    dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
    Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
    Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
    dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

    Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
    beribadah...

    "ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

    Sumber: Makna Sebuah Titipan oleh WS Rendra


    Permalink - a0z0ra @ 12:08 PM  |   0 comments

    Monday, March 01, 2004

    JAKARTA DAN MENTALITAS CEPE'AN 

    selamat sore jakarta yang sexy
    mungkin macet mulai menggila
    diperempatan bocah-bocah berdiri
    bergaya mengatur lalu lintas frustrasi

    cepek
    cepek
    cepek

    kolekte dikumpulkan buat segelas pletok
    mabok bersama impian pengangguran
    hasil kegagalan bapak pembangunan
    kemiskinan dalam solidaritas-ganas

    cepek
    cepek
    cepek

    satu generasi pengemis berkedok preman
    menguasai jalan-jalan di kotamu tercinta
    mereka tumbuh seperti rumput liar
    tanpa indentitas tanpa masa depan

    HL
    apeldoorn, 24 juli 2003

    Disadur dari: Heri Latief


    Permalink - a0z0ra @ 10:07 AM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016
  • January 2017
  • February 2017
  • March 2017
  • April 2017
  • May 2017