Wednesday, November 26, 2003
Alkisah sebuah cerita
I don't care. I'm not your best friend. I don't know you. I am obliged to love you, though. But still, I don't know you. I considered you as my hangin' out friend, yet I don't care about you or your stupid little world and misery.
As long as you are okay and profitable to me, I will continue to speak with you. Otherwise, I will no longer need you. So get the hell out of my busy-busy world. You see, I have to open my Bible and do my quiet time reading. Remember? Love your God first.
Permalink -
a0z0ra @ 1:01 AM  |
0 comments
Tuesday, November 25, 2003
Dia Sin
Waks.. keren nian!! Online Fashion Catalog dibikin Sci-Fi!
Dia Sin
Permalink -
a0z0ra @ 3:14 PM  |
0 comments
Friday, November 21, 2003
Kalau janji telah menjadi laut muaranya akan menampung rarak kabut
KALAU JANJI TELAH MENJADI LAUT MUARANYA AKAN
MENAMPUNG RARAK KABUT
Kalau janji telah menjadi laut muaranya akan menampung rarak kabut
dari Bukit Barisan Pulau Sumatra kudengar pekik itu bersambut.
Sudah terbakar darah di pematang sudah lapuk pantai para nelayan
begitu tanah dan sawah dirampoki dangau dangau ditenggelamkan
Janji itu di bawah saksi mata dan saksi bendera tanda setia hidup mati
untuk sebuah cita cita yang kini diharamkan tapi dicari dan diminati.
Ealang berkulik mengitari kampung mayat pembangkang tak dikubur
apakah masih mampu kita bertarung sampai jasad jatuh terbujur?
Almere-Stad, Negeri Belanda, 13 Nopember 2003.
Mawie Ananta Jonie
Dikutip dari:
:: indonesia house ::
Permalink -
a0z0ra @ 3:50 PM  |
0 comments
Tuesday, November 18, 2003
Takut Hantu!
Could someone explain to me why I am so afraid of Ghosts? Just the thought of seeing one may cause me to lose sleep.
Kalo makin banyak nonton film hantu, bisa lama2 kebiasaan dan gak takut lagi gak ya? Ato malah tambah paranoid? *merenung
Permalink -
a0z0ra @ 1:33 PM  |
0 comments
Wednesday, November 12, 2003
Hobi Tuding! Tuding!
Prolog: Refleksi diri. Apakah kami berasa paling gede, paling bener, paling suci, dan orang lain yang beda dengan kami itu salah?
Pas pertama kali ke USA, pikiran pertama adalah rasa takut ketemu orang2 Tionghoa yang taraf hedon tinggi dan hobi foya2. Dan memang, ada orang2 yang kesepian berlebihan dan punya duit sehingga hobi jajan buat pelampiasan. Tapi sebagian besar dari mereka adalah orang2 yang tulus hidup, cari makan, belajar dan care satu sama lain. Sayang sekali untuk orang yang belum sempat mengenal mereka dekat, tapi sudah maen silang! dan kaga mo deket2 karena alasan gak mo ketularan hedon yang gak bener. Tapi sayang juga buat orang2 yang ketularan hobi hedon melebihi kapasitas keuangan mereka hanya karena kepengen masuk ke lingkungan mereka.
Kata peribahasa: Tak kenal maka tak sayang.
Kata Tuhan: Be humble. Do not judge.
Tugas: Mulailah hentikan hobi tuding-tuding ke orang bahwa mereka salah tanpa mengenal mereka dulu. Mulailah hentikan hobi kasak-kusuk di belakang orang tanpa tahu tanggal lahir mereka. Mulailah hentikan hobi pandang rendah orang tanpa tahu bahwa mereka punya salib masing-masing. Salah satu dari orang2 demikian adalah anak Tuhan yang lebih dekat denganNya daripada kita yang kadang hobi maen-maen pake kalimat dari bible buat alasan yang salah, yaitu untuk impress orang laen.
Permalink -
a0z0ra @ 12:40 PM  |
0 comments
Tuesday, November 11, 2003
Akar Masalah Sentimen Anti Cina
Kutipan dari Akar Masalah Sentimen Anti Cina
Silakan semua kata Cina diganti dengan Tiong Hoa.
HIMBAUAN
a. Kepada saudara-saudara warga keturunan Cina.
1. Kalau kita masih berpikir bahwa kita Cina maka orang lain akan mempunyai pikiran yang sama, sebaliknya kalau kita berpikir bahwa kita adalah orang Indonesia maka orang lain yang mengenal kita lambat laun akan mengakui bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia, meskipun kita berwajah Cina. Sebaliknya seorang Cina Indonesia yang terlalu berlebih-lebihan (overacting) dalam usahanya agar dianggap sama dengan pribumi, malah akan dianggap tidak wajar dan menyebalkan mereka. Jadi bertindaklah wajar apa adanya dengan ke-Cina-an kita, tunjukkanlah biarpun kita Cina tetapi kita juga merasa sebagai bangsa Indonesia.
2. Dalam pergaulan, hendaknya kita tidak membatasi diri pada sesama keturunan Cina saja tetapi cobalah bergaul dengan kalangan pribumi, mulailah bergaul dengan mereka yang keadaannya kira-kira setara dengan anda agar pergaulan anda seimbang. Kalau kebetulan anda fasih berbahasa Cina, janganlah menggunakan bahasa tersebut di depan orang lain yang tidak mengerti karena akan membuat mereka tersingung. Anda juga akan
tersinggung jika mendengar orang lain berbahasa Belanda di muka anda, seolah-olah anda disisihkan dari mereka. Sebagian dari kita mungkin pernah dikecewakan oleh pribumi atau bahkan mungkin mobil / rumahnya dibakar, tapi janganlah hal ini dijadikan patokan bahwa semua pribumi demikian, apalagi ada dugaan kuat bahwa semua ini rekayasa penguasa.
3. Khusus kepada anda yang kebetulan kaya raya, janganlah kekayaan anda dipamerkan secara menyolok dalam bentuk mobil mewah, handphone, baju buatan perancang mode terkenal, dan berbagai macam atribut kemewahan lainnya, otomatis tindakan ini akan membuat orang lain tidak suka, termasuk sesama keturunan Cina yang lebih bersahaja. Apalagi kalau kekayaan anda hasil kolusi dengan para pejabat korup, hentikanlah segera kolusi anda dan bertobatlah di depan Tuhan. Ingat tindakan anda selain menyengsarakan rakyat banyak, juga menyebabkan seluruh populasi warga keturunan Cina di Indonesia harus menanggung resiko menjadi sasaran kebencian rasial. Anda sendiri dapat dengan mudah bersembunyi di balik perlindungan pejabat korup partner anda.
Permalink -
a0z0ra @ 11:19 AM  |
3 comments
Monday, November 10, 2003
Ambivalensi Berbangsa - Rabu, 14 Mei 2003
".. Tionghoa di Indonesia harus dibedakan antara yang totok dan peranakan. Tionghoa totok biasanya berkewarganegaraan asing dan lahir di luar Indonesia. Kiblat politik dan kebudayaan mereka ke Bei Jing (RRC) atau Taipei (Taiwan). Seorang peranakan lahir di Indonesia dan biasanya WNI.
".. Kedua kategori Tionghoa itu dibedakan menurut orientasi kebudayaannya. Kaum peranakan berasimilasi, memiliki orientasi hidup mendekati nilai-nilai pribumi, dan berkiblat kepada Indonesia (Mely G Tan, "Kata Pengantar," dalam Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia: Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa, ed. Mely G Tan, Jakarta, 1981, hlm xi-xii). Tionghoa peranakan sering merupakan hasil kawin campur dengan ibu pribumi. Kini, kebanyakan Tionghoa di Indonesia adalah peranakan.
".. Dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, harus diluruskan problem komunitas terbayang (imagined community). Berdasarkan ras, Tionghoa peranakan mestinya bukan orang Cina lagi, minimal bukan totok. Keliru sekali anggapan, sekali Tionghoa selamanya Tionghoa. Kewajiban Tionghoa peranakan memiliki Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) atau sejenisnya, ikut membentuk komunitas terbayang yang ambivalen. WNI keturunan Tionghoa diperlakukan bukan sebagai warga negara penuh, dan akibatnya, mereka juga memandang diri demikian.
".. Akhirnya, orang Tionghoa sendiri harus meninggalkan sikap eksklusif dan menghilangkan citra homo economicus, yang tanpa disadari adalah warisan kental kebudayaan totok. Generasi baru orang Tionghoa harus berbaur dengan sesama anak bangsa tanpa perlu merasa sebagai warga kelas dua, melibatkan diri dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan bersama komponen bangsa mewujudkan Indonesia Baru."
Ambivalensi Berbangsa - Rabu, 14 Mei 2003
Permalink -
a0z0ra @ 11:38 PM  |
0 comments
Friday, November 07, 2003
Rumah Sakit Gila Cipayung
http://www.time.com/time/asia/photoessays/mental_illness/index.html
Yep. That's my country. Or is it mine? Do I come from Indonesia.. or from China?
Lagipula, ngapain mikirin ginian sih? Toh kita sibuk dengan problem msg2 dan Tuhan kami msg2. Tuhan juga blon tentu manggil gue ke Indo kan? Siapa tau Tuhan manggil gue di USA buat bantuin anak2 Indo yang hedonisme semuanya tapi lost. It's better, isn't it? I have the choice!
(Mari2.. panggilan hidup untuk foya2)
Permalink -
a0z0ra @ 3:55 PM  |
0 comments
Wednesday, November 05, 2003
Kejar Amerika - A film by David Sungkar
Akibat pengaruh Hollywood,Mtv, dan American fast food, Amerika dikenal dan dipuja begitu tinggi. Amerika seperti menjadi sebuah negara di awan-awan. Sehingga terbentuklah image bahwa Amerika adalah sebuah negara yang perfect. Sebuah negeri yang sepertinya apapun yang ada disana lebih maju dari tempat manapun. Tempat dimana mimpi menjadi nyata. American dreams.
Sebetulnya kurang lebih seperti itulah konsep dasar yang ingin ditawarkan Kejar Amerika, debut film dari sutradara asal Amerika, David Sungkar.
Inti cerita adalah tentang dua orang Indonesia Bayu (Kesso) dan Jimi (Bobby Orlando) yang memenangkan hadiah liburan ke Amerika. Mereka memenangkan kompetisi undian berhadiah Mustang Cola, minuman ringan keluaran Amerika.
Namun cerita ini dibuka dengan adegan perampasan formula obat terlarang ‘White Death" (bukan White Drugs seperti yang sebelumnya ditulis-Red). Adegan ini berlangsung di sebuah flat di Thailand. Opening scene ini pula yang sekaligus selanjutnya menjadi benang merah dari keseluruhan cerita film.
Tetapi sebagai established scene agaknya tidak terlalu maksimal digarap. Padahal sudah jauh-jauh shooting ke Thailand. Selain setting yang kurang tergarap, akting dua bandit mafia di scene ini terasa mirip bandit-bandit di film anak-anak Power Rangers. Acungan jempol buat aktor yang memerankan ilmuwan penemu White Death. Aktingnya yang wajar sangat mendukung intensitas scene.
Selanjutnya dua anak muda Indonesia Bayu dan Jimi sudah ada di Amerika, di kota San Fransico tepatnya.
Dua hari pertama di lewati dengan suasana liburan. Browsing kota San Fransisco. Sayangnya tidak ada penekanan Bayu dan Jimi menikmati kota ini. Setidaknya sebagai first timer menjadi turis di negeri impian mereka.
Sebaliknya David malah kemudian memilih untuk berlarut-larut dengan adegan bertemu pejalan kaki yang kebetulan orang Indonesia. Dan kebetulan pula menabrak Maya (Pretty Asmara), gadis Indonesia. Selanjutnya mereka dinner di rumah tante Rina (Aleida Palenewan, bukan Eddies Adelia-Red) yang orang Indonesia pula. Betapa sebuah kebetulan yang berlarut-larut.
Bisa dipahami, David bermaksud untuk memberikan giant-close up tentang masyarakat Indonesia di Amerika. Lihatlah, adegan cut to cut dengan orang-orang Indonesia yang beropini tentang kehidupan di sana.
Atau barangkali juga David berupaya menjadikan filmnya sebuah library opini masyarakat Indonesia di Amerika. Maklum, debut David Sungkar ini juga film pertama yang memotret orang Indonesia yang mukim di luar negeri. Tapi pilihan ini justru mengendorkan denyut cerita. Walau ada kisah Tante Rina yang ‘dikejar’ keluar dari Indonesia.
Setidaknya cerita berputar-putar terlampau jauh, kalau kemudian ternyata masalah yang dihadapi Bayu dan Jimi adalah sekelompok mafia drugs.
Film terasa back on track saat Bayu dikejar kelompok mafia yang dipimpin lagi-lagi oleh orang Indonesia bernama Gafar (Richard Chang). Setidaknya bahasa Indonesia Gafar, sekaku apapun logatnya, menuntun penonton pada kesimpulan demikian.
Film di tutup oleh sebuah rujukan bahagia yang menjadi warna dari endingnya.
Lalu apa yang tertinggal buat penonton?
Kejar Amerika adalah sedikit dari film Indonesia yang digarap seorang sutradara berkebangsaan asing. Apakah dengan demikian film Kejar Amerika menjadi pengecualian? Ternyata tidak. Biasa saja.
Kelebihannya, sebagai seorang yang berkebangsaan Amerika Serikat, David Sungkar boleh dinyatakan berhasil dalam hal menata cerita dengan atmosfir yang kental indonesianisnya. Untuk ini David Sungkar layak disaluti.
Lihat betapa fasihnya David bertutur tentang budaya ‘untung’-nya orang Indonesia. Yaitu sewaktu Maya tertabrak mobil Bayu. Ringan disambut tante Rina dengan ucapan “masih untung…”.
Secara keseluruhan, debut David terkesan sebagai sebuah film yang kental dengan rhythm film-film Hollywood, tetapi dibawa pada nuansa Indonesia. Menjadikan film ini seperti sebuah pertunjukan teater saduran dari bahasa asing.
Namun keuntungannya, irama dialogue terasa lebih leluasa bagi pemain-pemain Indonesianya. Menjadikan setiap percakapan jelas pada makna, serta menggunakan bahasa yang akrab dengan telinga.
Yang janggal justru terlihat dari lemahnya set design dan sinematografi, terutama dalam memproyeksikan beragamnya lokasi shooting. Ada Thailand, Indonesia, dan Amerika Serikat tentunya. Tidak ada eksplorasi lokasi dengan berusaha menampilkan gambar-gambar apik. Dengan kata lain, sedikit sekali energi yang disisakan di film ini untuk menarik daya khayal penonton untuk bersama-sama terlibat dalam pertualangan Bayu.
Sebaliknya, penonton hanya dipaku dengan untaian cerita yang begitu teratur dan terjaga nafasnya. Sehingga dari cerita, Kejar Amerika nampak tampil prima.
Kejutan-kejutan selalu disiapkan di hampir setiap konflik yang terjadi. Hingga twist besar di akhir film membuat Kejar Amerika sebuah surprise party buat penonton.(pl)
Diambil dari: .::|NeoPictures Official Web Site|::.
Permalink -
a0z0ra @ 2:13 PM  |
0 comments
Monday, November 03, 2003
Softwarez 4 (possibly) my new computer
Adobe Illustrator 10.0 --> $99.00
Adobe Photoshop 7.0 --> $299.00
Macromedia Studio MX (Includes Fireworks, Flash, Dreamweaver) --> $199.00
Windows XP Pro Full --> $ 299.00
Office XP Standard --> $ 159.00
Microsoft Visual Studio .NET Academic --> $99.95
Norton Antivirus 2004 --> $39.99
----------------------------------------------------------------------------
Total: $ 1194.94
Harga Nissan Altima 95: $ 3000.00
Godaan *lirik2 MIrc
Permalink -
a0z0ra @ 12:51 AM  |
0 comments
|