<$BlogRSDUrl$>
A0Z0RA   BLOGGIN
 
siapa?

Nama:Ask me! a0z0ra[at]gmail.com
Suku: Tiong Hoa
Agama: Kristen Katolik
Ras: Mongol
Adat-Istiadat: ikut orang tua
Hobi: denger musik, baca macem2, nulis macem2, nongkrong bareng temen, mendalami iman Kristiani.
Harusnya: pulang Indo, nulis macem2, kerja wartawan budaya, bina keluarga sejahtera, ikutan nongkrong bareng Romo Sandyawan dkk, ikut2 politik buat angkat derajat orang Tiong Hoa dalam hukum.
Ternyata: terdampar di San Diego CA USA, hedon dan hedon dan hedon...
Jadinya: merenungi hidup segan mati tak hendak dengan nulis2 blog



Business & Personal Loans. Great Rates. Prosper.

links
  • FannySurjana.com
    Personal Website

  • Perspektif.net
    Almighty Wimar Witoelar

  • The A. Fatih Syuhud

  • bloggers
  • aman
  • anggi
  • arb3i
  • charles
  • c1ndy83
  • della11
  • gryllidae
  • iben
  • iwriteat
  • just2itsinceimde14u
  • kesatria
  • liasupatra
  • mliauw324
  • pangestu
  • renesule
  • wiser2b


  • romanticlyrics
  • cerpena0z0ra

  • This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    Wednesday, November 26, 2003

    Alkisah sebuah cerita 

    I don't care. I'm not your best friend. I don't know you. I am obliged to love you, though. But still, I don't know you. I considered you as my hangin' out friend, yet I don't care about you or your stupid little world and misery.

    As long as you are okay and profitable to me, I will continue to speak with you. Otherwise, I will no longer need you. So get the hell out of my busy-busy world. You see, I have to open my Bible and do my quiet time reading. Remember? Love your God first.


    Permalink - a0z0ra @ 12:01 AM  |   0 comments

    Tuesday, November 25, 2003

    Dia Sin 

    Waks.. keren nian!! Online Fashion Catalog dibikin Sci-Fi!

    Dia Sin


    Permalink - a0z0ra @ 2:14 PM  |   0 comments

    Friday, November 21, 2003

    Kalau janji telah menjadi laut muaranya akan menampung rarak kabut 

    KALAU JANJI TELAH MENJADI LAUT MUARANYA AKAN
    MENAMPUNG RARAK KABUT

    Kalau janji telah menjadi laut muaranya akan menampung rarak kabut
    dari Bukit Barisan Pulau Sumatra kudengar pekik itu bersambut.

    Sudah terbakar darah di pematang sudah lapuk pantai para nelayan
    begitu tanah dan sawah dirampoki dangau dangau ditenggelamkan

    Janji itu di bawah saksi mata dan saksi bendera tanda setia hidup mati
    untuk sebuah cita cita yang kini diharamkan tapi dicari dan diminati.

    Ealang berkulik mengitari kampung mayat pembangkang tak dikubur
    apakah masih mampu kita bertarung sampai jasad jatuh terbujur?

    Almere-Stad, Negeri Belanda, 13 Nopember 2003.
    Mawie Ananta Jonie

    Dikutip dari:
    :: indonesia house ::


    Permalink - a0z0ra @ 2:50 PM  |   0 comments

    Tuesday, November 18, 2003

    Takut Hantu! 

    Could someone explain to me why I am so afraid of Ghosts? Just the thought of seeing one may cause me to lose sleep.

    Kalo makin banyak nonton film hantu, bisa lama2 kebiasaan dan gak takut lagi gak ya? Ato malah tambah paranoid? *merenung


    Permalink - a0z0ra @ 12:33 PM  |   0 comments

    Wednesday, November 12, 2003

    Hobi Tuding! Tuding! 

    Prolog: Refleksi diri. Apakah kami berasa paling gede, paling bener, paling suci, dan orang lain yang beda dengan kami itu salah?

    Pas pertama kali ke USA, pikiran pertama adalah rasa takut ketemu orang2 Tionghoa yang taraf hedon tinggi dan hobi foya2. Dan memang, ada orang2 yang kesepian berlebihan dan punya duit sehingga hobi jajan buat pelampiasan. Tapi sebagian besar dari mereka adalah orang2 yang tulus hidup, cari makan, belajar dan care satu sama lain. Sayang sekali untuk orang yang belum sempat mengenal mereka dekat, tapi sudah maen silang! dan kaga mo deket2 karena alasan gak mo ketularan hedon yang gak bener. Tapi sayang juga buat orang2 yang ketularan hobi hedon melebihi kapasitas keuangan mereka hanya karena kepengen masuk ke lingkungan mereka.

    Kata peribahasa: Tak kenal maka tak sayang.
    Kata Tuhan: Be humble. Do not judge.

    Tugas: Mulailah hentikan hobi tuding-tuding ke orang bahwa mereka salah tanpa mengenal mereka dulu. Mulailah hentikan hobi kasak-kusuk di belakang orang tanpa tahu tanggal lahir mereka. Mulailah hentikan hobi pandang rendah orang tanpa tahu bahwa mereka punya salib masing-masing. Salah satu dari orang2 demikian adalah anak Tuhan yang lebih dekat denganNya daripada kita yang kadang hobi maen-maen pake kalimat dari bible buat alasan yang salah, yaitu untuk impress orang laen.


    Permalink - a0z0ra @ 11:40 AM  |   0 comments

    Tuesday, November 11, 2003

    Akar Masalah Sentimen Anti Cina 

    Kutipan dari Akar Masalah Sentimen Anti Cina

    Silakan semua kata Cina diganti dengan Tiong Hoa.

    HIMBAUAN
    a. Kepada saudara-saudara warga keturunan Cina.

    1. Kalau kita masih berpikir bahwa kita Cina maka orang lain akan mempunyai pikiran yang sama, sebaliknya kalau kita berpikir bahwa kita adalah orang Indonesia maka orang lain yang mengenal kita lambat laun akan mengakui bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia, meskipun kita berwajah Cina. Sebaliknya seorang Cina Indonesia yang terlalu berlebih-lebihan (overacting) dalam usahanya agar dianggap sama dengan pribumi, malah akan dianggap tidak wajar dan menyebalkan mereka. Jadi bertindaklah wajar apa adanya dengan ke-Cina-an kita, tunjukkanlah biarpun kita Cina tetapi kita juga merasa sebagai bangsa Indonesia.

    2. Dalam pergaulan, hendaknya kita tidak membatasi diri pada sesama keturunan Cina saja tetapi cobalah bergaul dengan kalangan pribumi, mulailah bergaul dengan mereka yang keadaannya kira-kira setara dengan anda agar pergaulan anda seimbang. Kalau kebetulan anda fasih berbahasa Cina, janganlah menggunakan bahasa tersebut di depan orang lain yang tidak mengerti karena akan membuat mereka tersingung. Anda juga akan
    tersinggung jika mendengar orang lain berbahasa Belanda di muka anda, seolah-olah anda disisihkan dari mereka. Sebagian dari kita mungkin pernah dikecewakan oleh pribumi atau bahkan mungkin mobil / rumahnya dibakar, tapi janganlah hal ini dijadikan patokan bahwa semua pribumi demikian, apalagi ada dugaan kuat bahwa semua ini rekayasa penguasa.

    3. Khusus kepada anda yang kebetulan kaya raya, janganlah kekayaan anda dipamerkan secara menyolok dalam bentuk mobil mewah, handphone, baju buatan perancang mode terkenal, dan berbagai macam atribut kemewahan lainnya, otomatis tindakan ini akan membuat orang lain tidak suka, termasuk sesama keturunan Cina yang lebih bersahaja. Apalagi kalau kekayaan anda hasil kolusi dengan para pejabat korup, hentikanlah segera kolusi anda dan bertobatlah di depan Tuhan. Ingat tindakan anda selain menyengsarakan rakyat banyak, juga menyebabkan seluruh populasi warga keturunan Cina di Indonesia harus menanggung resiko menjadi sasaran kebencian rasial. Anda sendiri dapat dengan mudah bersembunyi di balik perlindungan pejabat korup partner anda.


    Permalink - a0z0ra @ 10:19 AM  |   3 comments

    Monday, November 10, 2003

    Ambivalensi Berbangsa - Rabu, 14 Mei 2003 

    ".. Tionghoa di Indonesia harus dibedakan antara yang totok dan peranakan. Tionghoa totok biasanya berkewarganegaraan asing dan lahir di luar Indonesia. Kiblat politik dan kebudayaan mereka ke Bei Jing (RRC) atau Taipei (Taiwan). Seorang peranakan lahir di Indonesia dan biasanya WNI.

    ".. Kedua kategori Tionghoa itu dibedakan menurut orientasi kebudayaannya. Kaum peranakan berasimilasi, memiliki orientasi hidup mendekati nilai-nilai pribumi, dan berkiblat kepada Indonesia (Mely G Tan, "Kata Pengantar," dalam Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia: Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa, ed. Mely G Tan, Jakarta, 1981, hlm xi-xii). Tionghoa peranakan sering merupakan hasil kawin campur dengan ibu pribumi. Kini, kebanyakan Tionghoa di Indonesia adalah peranakan.

    ".. Dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, harus diluruskan problem komunitas terbayang (imagined community). Berdasarkan ras, Tionghoa peranakan mestinya bukan orang Cina lagi, minimal bukan totok. Keliru sekali anggapan, sekali Tionghoa selamanya Tionghoa. Kewajiban Tionghoa peranakan memiliki Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) atau sejenisnya, ikut membentuk komunitas terbayang yang ambivalen. WNI keturunan Tionghoa diperlakukan bukan sebagai warga negara penuh, dan akibatnya, mereka juga memandang diri demikian.

    ".. Akhirnya, orang Tionghoa sendiri harus meninggalkan sikap eksklusif dan menghilangkan citra homo economicus, yang tanpa disadari adalah warisan kental kebudayaan totok. Generasi baru orang Tionghoa harus berbaur dengan sesama anak bangsa tanpa perlu merasa sebagai warga kelas dua, melibatkan diri dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan bersama komponen bangsa mewujudkan Indonesia Baru."

    Ambivalensi Berbangsa - Rabu, 14 Mei 2003


    Permalink - a0z0ra @ 10:38 PM  |   0 comments

    Friday, November 07, 2003

    Rumah Sakit Gila Cipayung 

    http://www.time.com/time/asia/photoessays/mental_illness/index.html

    Yep. That's my country. Or is it mine? Do I come from Indonesia.. or from China?

    Lagipula, ngapain mikirin ginian sih? Toh kita sibuk dengan problem msg2 dan Tuhan kami msg2. Tuhan juga blon tentu manggil gue ke Indo kan? Siapa tau Tuhan manggil gue di USA buat bantuin anak2 Indo yang hedonisme semuanya tapi lost. It's better, isn't it? I have the choice!

    (Mari2.. panggilan hidup untuk foya2)


    Permalink - a0z0ra @ 2:55 PM  |   0 comments

    Wednesday, November 05, 2003

    Kejar Amerika - A film by David Sungkar 

    Akibat pengaruh Hollywood,Mtv, dan American fast food, Amerika dikenal dan dipuja begitu tinggi. Amerika seperti menjadi sebuah negara di awan-awan. Sehingga terbentuklah image bahwa Amerika adalah sebuah negara yang perfect. Sebuah negeri yang sepertinya apapun yang ada disana lebih maju dari tempat manapun. Tempat dimana mimpi menjadi nyata. American dreams.

    Sebetulnya kurang lebih seperti itulah konsep dasar yang ingin ditawarkan Kejar Amerika, debut film dari sutradara asal Amerika, David Sungkar.

    Inti cerita adalah tentang dua orang Indonesia Bayu (Kesso) dan Jimi (Bobby Orlando) yang memenangkan hadiah liburan ke Amerika. Mereka memenangkan kompetisi undian berhadiah Mustang Cola, minuman ringan keluaran Amerika.

    Namun cerita ini dibuka dengan adegan perampasan formula obat terlarang ‘White Death" (bukan White Drugs seperti yang sebelumnya ditulis-Red). Adegan ini berlangsung di sebuah flat di Thailand. Opening scene ini pula yang sekaligus selanjutnya menjadi benang merah dari keseluruhan cerita film.

    Tetapi sebagai established scene agaknya tidak terlalu maksimal digarap. Padahal sudah jauh-jauh shooting ke Thailand. Selain setting yang kurang tergarap, akting dua bandit mafia di scene ini terasa mirip bandit-bandit di film anak-anak Power Rangers. Acungan jempol buat aktor yang memerankan ilmuwan penemu White Death. Aktingnya yang wajar sangat mendukung intensitas scene.

    Selanjutnya dua anak muda Indonesia Bayu dan Jimi sudah ada di Amerika, di kota San Fransico tepatnya.

    Dua hari pertama di lewati dengan suasana liburan. Browsing kota San Fransisco. Sayangnya tidak ada penekanan Bayu dan Jimi menikmati kota ini. Setidaknya sebagai first timer menjadi turis di negeri impian mereka.

    Sebaliknya David malah kemudian memilih untuk berlarut-larut dengan adegan bertemu pejalan kaki yang kebetulan orang Indonesia. Dan kebetulan pula menabrak Maya (Pretty Asmara), gadis Indonesia. Selanjutnya mereka dinner di rumah tante Rina (Aleida Palenewan, bukan Eddies Adelia-Red) yang orang Indonesia pula. Betapa sebuah kebetulan yang berlarut-larut.

    Bisa dipahami, David bermaksud untuk memberikan giant-close up tentang masyarakat Indonesia di Amerika. Lihatlah, adegan cut to cut dengan orang-orang Indonesia yang beropini tentang kehidupan di sana.

    Atau barangkali juga David berupaya menjadikan filmnya sebuah library opini masyarakat Indonesia di Amerika. Maklum, debut David Sungkar ini juga film pertama yang memotret orang Indonesia yang mukim di luar negeri. Tapi pilihan ini justru mengendorkan denyut cerita. Walau ada kisah Tante Rina yang ‘dikejar’ keluar dari Indonesia.

    Setidaknya cerita berputar-putar terlampau jauh, kalau kemudian ternyata masalah yang dihadapi Bayu dan Jimi adalah sekelompok mafia drugs.

    Film terasa back on track saat Bayu dikejar kelompok mafia yang dipimpin lagi-lagi oleh orang Indonesia bernama Gafar (Richard Chang). Setidaknya bahasa Indonesia Gafar, sekaku apapun logatnya, menuntun penonton pada kesimpulan demikian.

    Film di tutup oleh sebuah rujukan bahagia yang menjadi warna dari endingnya.

    Lalu apa yang tertinggal buat penonton?

    Kejar Amerika adalah sedikit dari film Indonesia yang digarap seorang sutradara berkebangsaan asing. Apakah dengan demikian film Kejar Amerika menjadi pengecualian? Ternyata tidak. Biasa saja.

    Kelebihannya, sebagai seorang yang berkebangsaan Amerika Serikat, David Sungkar boleh dinyatakan berhasil dalam hal menata cerita dengan atmosfir yang kental indonesianisnya. Untuk ini David Sungkar layak disaluti.

    Lihat betapa fasihnya David bertutur tentang budaya ‘untung’-nya orang Indonesia. Yaitu sewaktu Maya tertabrak mobil Bayu. Ringan disambut tante Rina dengan ucapan “masih untung…”.

    Secara keseluruhan, debut David terkesan sebagai sebuah film yang kental dengan rhythm film-film Hollywood, tetapi dibawa pada nuansa Indonesia. Menjadikan film ini seperti sebuah pertunjukan teater saduran dari bahasa asing.

    Namun keuntungannya, irama dialogue terasa lebih leluasa bagi pemain-pemain Indonesianya. Menjadikan setiap percakapan jelas pada makna, serta menggunakan bahasa yang akrab dengan telinga.

    Yang janggal justru terlihat dari lemahnya set design dan sinematografi, terutama dalam memproyeksikan beragamnya lokasi shooting. Ada Thailand, Indonesia, dan Amerika Serikat tentunya. Tidak ada eksplorasi lokasi dengan berusaha menampilkan gambar-gambar apik. Dengan kata lain, sedikit sekali energi yang disisakan di film ini untuk menarik daya khayal penonton untuk bersama-sama terlibat dalam pertualangan Bayu.

    Sebaliknya, penonton hanya dipaku dengan untaian cerita yang begitu teratur dan terjaga nafasnya. Sehingga dari cerita, Kejar Amerika nampak tampil prima.

    Kejutan-kejutan selalu disiapkan di hampir setiap konflik yang terjadi. Hingga twist besar di akhir film membuat Kejar Amerika sebuah surprise party buat penonton.(pl)

    Diambil dari: .::|NeoPictures Official Web Site|::.


    Permalink - a0z0ra @ 1:13 PM  |   0 comments

    Sunday, November 02, 2003

    Softwarez 4 (possibly) my new computer 

    Adobe Illustrator 10.0 --> $99.00
    Adobe Photoshop 7.0 --> $299.00
    Macromedia Studio MX (Includes Fireworks, Flash, Dreamweaver) --> $199.00
    Windows XP Pro Full --> $ 299.00
    Office XP Standard --> $ 159.00
    Microsoft Visual Studio .NET Academic --> $99.95
    Norton Antivirus 2004 --> $39.99
    ----------------------------------------------------------------------------
    Total: $ 1194.94

    Harga Nissan Altima 95: $ 3000.00

    Godaan *lirik2 MIrc


    Permalink - a0z0ra @ 11:51 PM  |   0 comments

    syndicate me

    XML +del.icio.us

    Subscribe with Bloglines

    search
    Google

    twitter updates!
    follow me on Twitter


    hore!
  • Blogger Indonesia of the week #43
    by A. Fatih Syuhud

  • Pak Gendut & Madona
    published short story

  • Graffiti Gratitude
    published poems

  • nyang okeh
  • Doa Orang Hedon
  • Indonesiaku Indonesia kartupos
  • POWER
  • Agama Segala Bangsa
  • The Celebration of Nothingness
  • Proses Mengulur
  • Gombal
  • Pengharapan
  • Dimana garisnya
  • O, kalian yang tulus dan teguh dalam kesucian
  • Jalankan dan teruskan!
  • Balada si Jelek
  • Cantik itu Relatif?
  • Suara dari Kelompok Lain
  • Misconception about Orang Cakep & Kaya

  • jaman baheula
  • April 2003
  • July 2003
  • August 2003
  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • December 2010
  • June 2011
  • May 2013
  • December 2014
  • January 2015
  • November 2016
  • January 2017
  • February 2017
  • March 2017
  • April 2017
  • May 2017
  • June 2017
  • July 2017
  • August 2017